Bus yang dikemudikan Albahri (57) warga Desa Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Probolinggo itu diduga mengalami rem blong.
Insiden terjadi sekitar pukul 12.14 WIB saat bus tengah melaju dari arah Bromo menuju Jember. Saat memasuki wilayah Desa Boto, kendaraan mendadak tidak terkendali.
“Informasi sementara terkait dengan bus rem blong. Namun, hal itu masih perkiraan dari penumpang maupun dari driver,” ujar Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira.
Kendaraan sempat menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya menabrak sebuah sepeda motor milik kurir yang sedang melintas. Benturan keras membuat sebagian penumpang terlempar keluar dari bus.
Dari kejadian itu, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Sopir bus bernama Albahri mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan gangguan pada sistem rem sejak melintas di wilayah Jatian, Desa Boto.
“Sampai di Jatian itu rem sudah tidak enak, akhirnya saya ke pinggir pelan-pelan. Malah sama pengendara di belakang saya itu sampai di klakson dan saya juga ikut klakson,” ucap Albahri.
Menurut pengakuan Albahri, ia bahkan sempat memperingatkan kondektur bus, Melo, agar segera berpindah ke bagian belakang kendaraan. Hal itu dilakukan karena ia sudah merasakan adanya gangguan serius pada sistem pengereman.
“Sudah kerasa tidak enak, jadi saya langsung suruh Melo ke belakang dan bilang kalau rem blong,” ujarnya kepada petugas usai kejadian.
Albahri menuturkan, saat bus melewati jalur yang menanjak dan menikung, ia terpaksa mengambil keputusan cepat. Kondisi jalan yang padat di sisi kiri membuatnya membanting setir ke arah kanan karena bagian depan terlihat kosong.
“Jadi saya langsung banting ke kanan, karena di depan itu kosong. Jadi rem blong itu sudah dari Jatian, anginnya sudah tidak ada. Rem tangan juga saya fungsikan tapi tidak bisa. Saya juga sudah pasrah,” ungkap Albahri.
Albahri menegaskan bahwa sejak berangkat hingga perjalanan pulang, kondisi bus sebenarnya masih dalam keadaan normal. Ia menyebut tidak ada tanda-tanda kerusakan berarti sebelum memasuki wilayah Jatian.
“Kondisi bus saat berangkat dan bahkan saat pulang sebelum sampai di Jatian masih aman, tidak ada apa-apa. Tiba-tiba ngeblong dan angin langsung habis,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kerusakan pada sistem rem terjadi secara mendadak, tanpa gejala awal yang mencurigakan. Situasi itu membuat sopir tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan langkah antisipasi, sehingga kecelakaan pun tak terhindarkan.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.