RADAR JOGJA – Jumlah korban banjir besar yang melanda Bali terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Kamis malam (11/9/2025), sebanyak 16 orang meninggal dunia dan satu orang masih hilang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan dari dua korban hilang sebelumnya, satu berhasil ditemukan.
Sementara satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Berikut rincian korban meninggal melansir dari Radar Bali:
1. Kota Denpasar: 10 orang
2. Kabupaten Gianyar: 3 orang
3. Kabupaten Jembrana: 2 orang
4. Kabupaten Badung: 1 orang
Korban meninggal paling banyak berada di Kota Denpasar dengan 10 orang.
Sisanya tersebar di Kabupaten Gianyar 3 orang, Jembrana 2 orang, dan Badung 1 orang.
Selain itu, lebih dari 500 warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam dan akses jalan tertutup material lumpur.
Banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Bali sejak Selasa (9/9/2025) malam.
Arus deras tak hanya merendam pemukiman, tapi juga menghanyutkan beberapa bangunan ruko di Denpasar.
Hingga kini, petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku membersihkan lumpur serta mengevakuasi warga terdampak.
Tim SAR juga terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.
(Ahmad Hatim Wafa)