Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Sehari Menjabat Gantikan Sri Mulyani, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dinilai Blunder Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Netizen: Pentingnya Belajar Publik S

Bahana. • Rabu, 10 September 2025 | 19:32 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Setelah adanya reshuffle kabinet, Purbaya Yudhi Sadewa diangkat menjadi Menteri Keuangan baru menggantikan Sri Mulyani.

Baru sehari menjabat, Purbaya langsung menjadi sorotan publik usai pernyataannya tentang gerakan tuntutan rakyat “17+8” dinilai tidak sensitif dan terkesan meremehkan aspirasi masyarakat.

Dalam video wawancaranya, Purbaya menanggapi soal Tuntutan Rakyat 17+8, mengaku belum mempelajari lebih jauh.

Tak hanya itu, pemilihan diksi “sebagian kecil rakyat” dinilai blunder dan terkesan meremehkan aksi besar kemarin, hal ini lantas langsung memantik kritik banyak warganet.

“Saya belum pelajari itu, tapi basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang.” ujarnya saat diwawancarai, Senin (8/9/2025).

Dalam tanggapannya juga, Purbaya juga mengatakan solusi utamanya adalah dengan mendorong pertumbuhan ekonomi agar masyarakat lebih sibuk bekerja yang juga menuai kritik dari publik.

“Once saya ciptakan, pertumbuhan ekonomi 6% 7% itu akan hilang dengan otomatis. Mereka (rakyat) akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo.” Imbuhnya.

Warganet umumnya menyoroti kelemahan Purbaya dalam berkomunikasi.

Warganet menilai pesan yang ingin disampaikan oleh Purbaya adalah terkait mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 6-7 persen bukan fokus meremehkan rakyat, namun pemilihan diksi yang kurang tepat memicu ambiguitas dan tuai kritikan.

Banyak netizen yang menyindir sang Menkeu baru sebaiknya belajar public speaking agar mampu menyampaikan pesan dengan lebih hati-hati, empatik, dan tidak menimbulkan konotasi meremehkan rakyat.

Ada pula yang mengingatkan bahwa kesalahan komunikasi publik bisa berdampak serius terhadap citra pemerintah maupun kepercayaan pasar.

Ada pula yang menilai, pejabat sekelas menteri seharusnya sudah melampaui tahap “belajar” dan mampu menjaga komunikasi dengan baik terlebih di muka umum.

Kritik lain juga mengarah pada cara bicara serta gestur Purbaya yang dianggap kurang tepat dan bahkan terkesan arogan.

Menyusul pernyataannya yang ramai diperbincangkan, Purbaya di hadapan Mantan Menkeu Sri Mulyani, meminta maaf usai serah terima jabatan. “Jadi saya kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf ke depan akan lebih baik lagi," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#Purbaya Yudhi Sadewa #sri mulyani