Sri Mulyani Menangis Haru Usai Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan, Didampingi Sang Suami
Sri Mulyani menyerahkan memori jabatan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, yang kemudian dilanjutkan dengan berjabat tangan sebagai tanda resmi peralihan tugas.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Purbaya Yudhi Sadewa yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih pada periode 2025 - 2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/9/2025).
“Selamat mengemban amanat dan tanggung jawab yang sangat penting yaitu mengelola dan menjaga keuangan negara, memimpin Kementerian Keuangan. Semoga Pak Yudhi diberikan kemudahan dan sukses membantu Presiden Prabowo,” ucap Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga berpesan kepada jajaran Kementerian Keuangan agar senantiasa menjaga keuangan negara dan mempertahankan peran Kemenkeu sebagai pilar stabilitas serta instrumen penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Jalankan dan lanjutkan tugas dengan amanah, profesional, kompeten, dan jaga selalu integritas. Bantu pimpinan yang baru dan melaksanakan tugas dengan dedikasi,” tegasnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan kemunduran dirinya sebagai Menteri Keuangan.
“Saya pamit undur diri pagi hari ini dan mohon mulai saat ini untuk kami dihormati ruang privasi atau ruang pribadi saya, sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutup Sri Mulyani.
Prosesi peralihan jabatan berlangsung dalam suasana haru dan penuh kehangatan. Sri Mulyani terlihat meneteskan air mata ketika berpamitan dan bersandar di bahu sang suami, Tonny Sumartono.
Saat berjalan meninggalkan Gedung Djuanda I, Sri Mulyani diiringi lagu “Bahasa Kalbu” yang dipopulerkan Titi DJ pada tahun 1999 sebagai bentuk penghargaan terakhir dan ungkapan terima kasih dari para pegawai Kementerian Keuangan atas pengabdiannya selama menjabat.
Sementara itu, para pegawai Kementerian Keuangan turut memberikan mawar putih secara berbondong-bondong sebagai simbol perpisahan bagi Sri Mulyani.
Penulis : Putri Endina Eka Cahyani
Editor : Bahana.