Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Rumah Dua Negara Yang Viral di Nunukan Kalimantan Utara, Ruang Tamu di Indonesia Dapur di Malaysia

Bahana. • Senin, 8 September 2025 | 22:18 WIB

 

Rumah Dua Negara di Nunukan Kalimantan Utara
Rumah Dua Negara di Nunukan Kalimantan Utara
RADAR JOGJA - Di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terdapat sebuah rumah panggung unik yang disebut "Rumah Dua Negara" atau "Rumah Perbatasan Patok 3", karena berdiri persis di garis perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Bagian depan rumah, yang berfungsi sebagai ruang tamu, berada di wilayah Indonesia dan dicat dengan warna merah-putih serta dihiasi foto Presiden dan Wakil Presiden Indonesia menegaskan identitas nasionalnya.

Sementara bagian belakang rumah termasuk dapur dan ruang makan terletak di wilayah Malaysia. Di sana, interiornya dicat hijau dan terdapat simbol-simbol nasional Malaysia seperti foto Perdana Menteri, Raja, Ratu, serta bendera Malaysia.

Saat memasuki rumah, terdapat papan penunjuk kecil dengan arah panah yang memberikan informasi terkait pembagian bagian wilayah ini. Tertulis panah Indonesia dan Malaysia dengan anak panah berseberangan.

Sosok pemilik rumah, Mangapara, bersama istrinya Hasida, dulunya menetap di bagian depan rumah. Beliau membangun dapur di tanah milik tetangga warga Malaysia yang memperbolehkan hal itu.

"Meski rumah saya di perbatasan, saya adalah warga Indonesia, karena asal saya memang Indonesia. Tetangga-tetangga saya juga begitu, kami orang Indonesia," ujar Mangapara.

Rumah panggung yang berdiri di perbatasan Indonesia–Malaysia ini memiliki keunikan tersendiri karena material bangunannya didominasi kayu.

Keberadaan rumah tersebut kini menjadi ikon Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, sekaligus daya tarik wisata yang tidak bisa ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

Bentuknya yang sederhana namun sarat makna menjadikannya simbol kehidupan masyarakat perbatasan yang akrab dengan dua identitas negara sekaligus.

Awalnya, rumah ini benar-benar "terbelah" di antara dua negara. Bagian depan rumah yang digunakan sebagai ruang tamu berada di wilayah Indonesia, sementara dapur dan ruang makan justru berdiri di wilayah Malaysia.

Kondisi ini membuat rumah tersebut viral karena memperlihatkan bagaimana batas negara dapat hadir begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari warganya.

Namun, seiring adanya kesepakatan perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Nunukan, kini rumah tersebut sepenuhnya masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Meskipun statusnya sudah jelas secara administratif, keunikan rumah ini tetap terjaga dan terus menjadi cerita menarik sekaligus destinasi ikonik yang melambangkan kedekatan hubungan antarwarga di perbatasan.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#kalimantan utara #Malaysia #nunukan #Indonesia