RADAR JOGJA - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/9/2025).
Aksi yang diberi tajuk #SelamatkanIndonesia ini digelar sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah dan wakil rakyat yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pengumuman resmi terkait aksi tersebut disampaikan BEM SI melalui akun Instagram @bem_si.
Dalam unggahannya, BEM SI menegaskan bahwa keresahan rakyat bukan disebabkan aksi mahasiswa turun ke jalan, melainkan dipicu oleh praktik korupsi, politisasi hukum, pemelintiran sejarah, hingga kebijakan negara yang dinilai abai terhadap rakyat.
Sejak pagi, massa aksi mulai memadati kawasan sekitar DPR dengan membawa poster, spanduk, serta orasi yang menyerukan perubahan.
Meski turun dengan jumlah besar, BEM SI menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan tertib, dengan mengedepankan aspirasi serta dialog.
“Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Rakyat harus bersatu, menjaga persatuan, dan tetap lantang bersuara. Masa depan bangsa adalah hak seluruh rakyat, bukan segelintir elit,” tulis BEM SI dalam keterangan resminya.
Tuntutan Mahasiswa Dalam seruan aksinya, BEM SI menekankan bahwa penyelamatan Indonesia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Rakyat, termasuk mahasiswa, harus ikut serta menjaga persatuan dan menolak praktik penyalahgunaan kekuasaan.
Sejumlah isu utama yang disorot mahasiswa antara lain:
1. Korupsi yang merugikan rakyat dan melemahkan kepercayaan publik.
2. Politisasi hukum yang dianggap mencederai keadilan.
3. Pemelintiran sejarah dalam kepentingan politik tertentu.
4. Kebijakan negara yang tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut BEM SI, suara mahasiswa adalah cermin keresahan rakyat.
Karena itu, aksi damai ini diharapkan dapat menjadi momentum konsolidasi untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.
Dengan mengusung semangat “Aksi Damai #SelamatkanIndonesia”, BEM SI berharap aspirasi yang mereka suarakan dapat menjadi perhatian serius bagi para pemegang kekuasaan di Senayan dan Istana. (Chintya Maharani)
Editor : Meitika Candra Lantiva