Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Video Viral Gas Air Mata di Kampus Unisba dan Unpas Bandung, Begini Penjelasan Polda Jabar

Bahana. • Selasa, 2 September 2025 | 18:59 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Viral di jagat maya, video menampilkan momen saat gas air mata dari aparat kepolisian menghantam kawasan kampus Unisba dan Unpas Bandung, Selasa malam (2/9/2025). Mahasiswa dan petugas keamanan kampus pun ikut terdampak.

Semua bermula dari aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat yang berakhir ricuh. Suasana sempat memanas ketika aparat berupaya membubarkan massa yang bertahan di lokasi.

Puluhan mahasiswa tumbang akibat sesak napas dan kelelahan.

Sebagian di antaranya harus dievakuasi ke Kampus Unisba untuk mendapatkan perawatan darurat di posko medis yang didirikan oleh mahasiswa bersama relawan.

Berdasarkan data yang dihimpun pihak Unisba hingga pukul 20.30 WIB, Senin (1/9/2025), tercatat sebanyak 48 orang pendemo dievakuasi ke Kampus Unisba.

Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya merupakan masyarakat umum, sementara 29 lainnya adalah mahasiswa.

Namun, situasi justru semakin tidak terkendali ketika aparat diduga masuk ke area kampus dan menembakkan gas air mata. Tindakan tersebut memicu kepanikan mahasiswa maupun petugas keamanan yang berada di dalam lingkungan kampus.

Peristiwa tersebut ramai dibagikan melalui akun Instagram @info.mahasiswaunisba.

Dalam unggahannya, akun itu mengeklaim bahwa aparat menembakkan gas air mata ke dalam area kampus utama Unisba.

"Breaking News: Telah terjadi penyergapan oleh aparat dengan menembakan gas air mata ke area kampus utama Unisba pada Selasa 2 September 2025. Insiden ini menyebabkan 3 orang satpam terkena efek dari gas air mata dan beberapa korban lain yang belum terkonfirmasi jumlahnya," tulis akun tersebut.

Sekitar pukul 23.30 WIB, kondisi di Jalan Tamansari No.1, tepatnya di area kampus utama Unisba, dilaporkan semakin genting.

“Situasi sekitar pukul 23.30 di area kampus utama Unisba, Jl. Tamansari No.1, telah terjadi penembakan gas air mata oleh aparat ke daerah kampus Unisba. Stay safe daks!” tulis akun @info.mahasiswaunisba dalam unggahannya.

Tembakan gas air mata itu langsung memicu kepanikan. Para mahasiswa yang berada di lokasi berteriak histeris sambil mengingatkan aparat bahwa tembakan diarahkan ke area kampus. “Woy kampus wey,” teriak seorang mahasiswa dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, disebutkan adanya upaya penyergapan disertai penembakan gas air mata ke dalam area kampus.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi.

Ia menjelaskan, aparat kepolisian yang dibantu oleh personel TNI awalnya tengah melakukan penyisiran di sejumlah titik setelah berhasil memukul mundur massa aksi yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi sekitar tetap aman dan mencegah adanya potensi kericuhan lanjutan.

Setibanya di kawasan Tamansari, Kota Bandung, petugas mendapati tumpukan batu, kayu, hingga ban yang dibakar menutupi badan jalan.

Kondisi tersebut dianggap membahayakan dan berpotensi memicu gangguan keamanan sehingga aparat kemudian melakukan penindakan di lokasi.

"Di saat yang sama, adanya sekelompok orang memakai baju hitam yang diduga sebagian besar Anarko. Mereka itulah awalnya yang menutup dan memblokade jalan di Tamansari sambil anarkis. Sehingga tim patroli sekala besar Gabungan TNI-Polri turun," ucapnya, Selasa (2/9/2025).

Hendra menyebut kelompok anarko diduga telah menyiapkan skenario untuk memprovokasi aparat.

Mereka sengaja menciptakan situasi yang mendorong petugas masuk hingga ke area sekitar kampus Unisba dengan harapan terjadi bentrokan.

Menurutnya, tujuan aksi tersebut adalah agar muncul kesan bahwa aparat menyerang kampus. Namun, Hendra menegaskan, petugas tidak terpancing provokasi dan memilih melakukan penyisiran di sepanjang jalan guna mengendalikan situasi.

"Namun kita tetap tenang, tidak terpancing dengan skenario mereka. Dan kita lakukan penyisiran di sepanjang jalan," tambahnya.

Hendra pun memastikan tidak ada anggota polisi yang masuk ke dalam area kampus. Ia juga membantah soal narasi petugas yang menembakkan peluru karet.

"Anarko melakukan provokasi dari dalam kampus Unisba dengan melempar bom molotov ke tim patroli kendaraan roda 2 dan roda 4 mobil rantis Brimob. Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya, yang kemudian tertiup angin ke arah parkiran Unisba," ungkapnya.

"Ini yang kemudian provokator dari Anarko inginkan dan memang menunggu moment untuk membenturkan antara mahasiswa dan petugas. Mereka membuat framing bahwa petugas masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet dan menembakkan gas air mata. Yang dimana semua itu hoax," tambahnya.

Hendra menegaskan bahwa tidak benar ada aparat yang masuk ke dalam area kampus. Ia juga memastikan tidak ada petugas yang membawa senjata saat pengamanan berlangsung.

Menurutnya, posisi aparat berada sekitar 200 meter dari Kampus Unisba, dan tembakan flash ball sepenuhnya diarahkan ke jalan raya, bukan ke arah kampus.

Ia menambahkan, setelah situasi di Jalan Tamansari berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman, aparat kemudian melanjutkan patroli keliling untuk memastikan tidak ada lagi potensi kericuhan di titik lain.

"Pada kenyataan di lapangan, tidak ada satupun petugas yang masuk ke area kampus, tidak ada satupun petugas yg membawa senjata. Jarak petugas 200 meter dari kampus Unisba dan tembakan flass ball tidak ada yg di arahkan ke kampus, semua ke jalan raya. Setelah kondisi jalan taman sari aman kami tetap melanjutkan patroli keliling," pungkasnya.

Adella Haviza

Editor : Bahana.
#gas air mata #Unisba #polda jabar #Unpas