RADAR JOGJA – Aksi unjuk rasa yang memanas di sejumlah daerah kembali memakan korban.
Beredar dung, terlihat aparat berkumpul dan membawa satu unit kendaraan taktis (rantis) yang viral, terlihat aparat menembakkan peluru karet dan gas air mata ke dalam area kampus.
Insiden ini terekam dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @info.mahasiswaunisba.
Sekira pukul 23.24 WIB, gas air mata ditembakkan ke arah kerumunan massa yang diduga tengah beristirahat di dalam area kampus.
Dalam video tersebut juga tampak jelas sejumlah orang diduga anggota kepolisian menembakkan gas air mata dari Jalan Tamansari menuju area kampus Unisba yang gelap.
Kejadian ini diduga terjadi sebagai respons terhadap aksi mahasiswa yang menggelar unjuk rasa.
Namun, tindakan aparat yang memasuki wilayah kampus dan menggunakan kekerasan memicu kecaman keras.
Mahasiswa yang berada di dalam kampus terlihat panik, berlarian mencari perlindungan, dan berteriak meminta tolong.
"Ini pelanggaran berat! Aparat seharusnya tidak masuk ke dalam kampus dan menggunakan kekerasan," ujar salah seorang aktivis mahasiswa.
"Kampus adalah area bebas dari intervensi militer dan kekerasan aparat."
Insiden ini menambah panjang daftar kasus kekerasan yang terjadi dalam penanganan demo.
Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di Jakarta yang menewaskan seorang driver ojek online.
Belum Ada Klarifikasi
Hingga saat ini, pihak TNI-Polri maupun rektorat kampus belum memberikan pernyataan resmi.
Namun, video yang beredar telah memicu kemarahan publik dan desakan agar pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus ini dan meminta pertanggungjawaban dari para pelaku. (Chintya Maharani)
Editor : Meitika Candra Lantiva