RADAR JOGJA - Situasi Markas Polda (Mapolda) DIY usai aksi massa semalam berangsur kondusif, Sabtu (30/8/2025).
Namun, suasananya masih mencekam.
Sejumlah fasilitas seperti gedung, ATM, hingga kendaraan polisi hangus terbakar.
Dinding-dinding gedung pun tak luput dari aksi vandalis oleh massa.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni tulisan ACAB.
Sebagaimana beredar di media sosial bahwa ACAB bukan sekedar tulisan melainkan simbol perlawanan yang dipakai warganet.
Lalu apa maknanya?
Dari yang dihimpun Radar Jogja, ACAB merupakan simbol perlawanan yang digunakan warganet untuk meluapkan kekecewaannya terhadap aparat kepolisian.
ACAB sama halnya dengan kode 1312, yang merupakan singkatan dari “All Cops Are Bast*rds”.
Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia yaitu, “Semua Polisi Adalah Bajing*n.”
Angka 1312 merujuk pada urutan huruf alfabet. A=1, C=3, A=1, B=2.
Dengan begitu kode 1312 menjadi alternatif untuk menyampaikan pesan ACAB secara tersirat.
Sejarah ACAB
Frasa ACAB sebenarnya bukan fenomena baru.
Frasa ini sudah ada sejak awal abad ke-20 di Inggris yang pada mulanya dipakai oleh para buruh yang melakukan mogok kerja melawan otoritas dan pekerja yang berhadapan dengan aparat.
Di Inggris, pada dekade 1940-an para tahanan kerap menuliskan frasa ACAB di pakaian penjara.
Kemudian istilah ini kian meluas hingga masuk kultur publik yang populer dalam subkultur punk dan skinhead pada era 1970 hingga 1980-an.
Baca Juga: Begini Situasi Mapolda DIY Pasca Aksi Massa Berlangsung Rusuh Jumat 29 Agustus 2025
Popularitas frasa ACAB melonjak hingga dikenal luas di Eropa, ketika Band Oi! asal London, The 4-Skins merilis lagu berjudul “A.C.A.B.” pada tahun 1982.
Frasa ACAB kian meluas hingga menjadi simbol global perlawanan terhadap tindakan aparat yang represif.
Dalam Bahasa Perancis frasa ini sama halnya dengan istilah “Tout le monde déteste la police” yang diterjemahkan menjadi “Semua orang membenci polisi”.
Menuai Kontroversi
Namun karena dinilai menghina dan merendahkan kepolisian, ACAB menuai kontroversi di banyak negara.
Di Amerika Serikat contohnya, memasukkan ACAB ke dalam daftar simbol kebencian.
Maka kode numerik 1312 dipakai sebagai langkah untuk menghindari sensor di ruang publik dan internet. (Ayu Andayani Saputri)
Editor : Meitika Candra Lantiva