Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Makna di Balik Kode 1312 ACAB yang Bertebaran di Media Sosial Usai Demo DPR 28 Agustus 2025

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:46 WIB
Kode 1312 bertebaran di medsos usai demo DPR 28 Agustus 2025.
Kode 1312 bertebaran di medsos usai demo DPR 28 Agustus 2025.

RADAR JOGJA - Fenomena kode 1312 dan ACAB yang ramai bertebaran di media sosial usai aksi Demo DPR pada, Kamis (28/8/2025).

Hal ini menyiakan duka mendalam akibat insiden tewasnya driver ojol atas nama Affan Kurniawan yang dilindas rantis brimob.

Kedua kode ini merupakan simbol perlawanan yang banyak dipakai warganet untuk menyampaikan kekecewaan mereka terhadap aparat kepolisian.

Arti Kode 1312 ACAB

Perlu diketahui, kode 1312 merupakan bentuk sandi dari akronim ACAB yang merupakan singkatan dari “All Cops Are Bast*rds” jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti “Semua Polisi Adalah Bajing*n.”

Numerik 1312 sendiri bukan dipilih asal-asalan. Angka 1312 merujuk pada urutan huruf alfabet. A=1, C=3, A=1, B=2.

Dengan begitu kode 1312 menjadi alternatif untuk menyampaikan pesan ACAB secara tidak gamblang.

Frasa ACAB sebenarnya bukan fenomena baru, frasa ini sudah ada sejak awal abad ke-20 di Inggris yang pada mulanya dipakai oleh para buruh yang melakukan mogok kerja melawan otoritas dan pekerja yang berhadapan dengan aparat.

Di Inggris, pada dekade 1940-an para tahanan kerap menuliskan frasa ACAB di pakaian penjara.

Kemudian istilah ini kian meluas hingga masuk kultur publik yang populer dalam subkultur punk dan skinhead pada era 1970 hingga 1980-an.

Popularitas frasa ACAB melonjak hingga dikenal luas di Eropa, ketika Band Oi! asal London, The 4-Skins merilis lagu berjudul “A.C.A.B.” pada tahun 1982.

Frasa ACAB kian meluas hingga menjadi simbol global perlawanan terhadap tindakan aparat yang represif.

Namun karena dinilai menghina dan merendahkan kepolisian, ACAB menuai kontroversi di banyak negara.

Di Amerika Serikat contohnya, memasukkan ACAB ke dalam daftar simbol kebencian.

Maka kode numerik 1312 dipakai sebagai langkah untuk menghindari sensor di ruang publik dan internet.

Kode 1312 ACAB dalam Demo DPR 28 Agustus

Pasca insiden kematian pengemudi ojol, Affan Kurniawan pada Demo DPR 28 Agustus kemarin, di sosial media seperti X dan Instagram banyak bertebaran unggahan kode 1312 dan ACAB.

Meski terlihat kasar, para pengguna slogan ACAB atau 1312 menekankan, istilah ini bukan dipakai untuk ujaran kebencian terhadap individu polisi, melainkan lebih ditujukan kepada sistem dan otoritas institusi kepolisian.

Kode 1312 dan ACAB menjadi representasi kemarahan publik, solidaritas terhadap korban, serta bentuk perlawanan yang dikemas sederhana namun sarat akan makna. (Ayu Andayani Saputri)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#demo dpr #dilindas #Rantis Brimob #driver ojol #Demo DPR 28 Agustus 2025 #affan #di Balik Kode 1312 ACAB #Affan Kurniawan #bertebaran #media sosial #makna