Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Distribusi Beras SPHP via Aplikasi Dinilai Berisiko Rugikan Pedagang, UGM Minta Kaji Ulang

Bahana. • Kamis, 28 Agustus 2025 | 23:20 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Kebijakan pemerintah yang mewajibkan pemesanan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui aplikasi digital mendapat sorotan dari pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada, Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D.

Menurutnya, digitalisasi memang penting untuk pengawasan, tetapi berisiko menjadi beban baru bagi pedagang kecil yang terbatas akses teknologi dan literasi digital.

“Kalau pemerintah hanya menekankan kontrol administratif tanpa memperbaiki logistik, tujuan stabilisasi harga bisa meleset,” ujar Wisnu, Kamis (28/8).

Wisnu menilai kebijakan ini berpotensi menguntungkan pedagang besar yang melek teknologi, sementara pedagang tradisional justru tertinggal.

Ia juga menyoroti operasi pasar pemerintah yang terlalu sering dilakukan langsung di tingkat kelurahan atau RW.

“Operasi pasar yang terlalu aktif justru melemahkan pedagang pasar sebagai jalur distribusi alami. Negara seharusnya memperkuat pasar rakyat, bukan menggantikannya,” tegasnya.

Terkait keterlibatan TNI-Polri, Wisnu menyebut peran mereka penting sebagai pengawas, namun distribusi tetap sebaiknya menjadi domain pedagang pasar.

“Aparat hadir untuk menutup celah penyimpangan, bukan mengambil alih peran perdagangan,” jelasnya.

Sebagai rekomendasi, Wisnu menekankan perlunya perbaikan logistik nasional agar biaya transportasi turun dan stok Bulog merata.

Selain itu, mekanisme digital harus lebih sederhana, misalnya melalui WhatsApp atau bantuan petugas pasar.

“Negara idealnya hadir sebagai pembuat kebijakan yang adil dan penegak institusi, bukan sebagai pesaing pedagang kecil,” pungkasnya.

Penulis: Syafarina Nurul Insania

Editor : Bahana.
#UGM #Beras sphp