RADAR JOGJA – Kehidupan pejabat negeri belakangan menjadi sorotan netizen.
Pasalnya di tengah kesulitan ekonomi masyarakat, kaum elite banyak yang doyan hidup hedon, berfoya-foya hidup hedon.
Di saat publik menyoroti rencana tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta, sebuah pemandangan kontras justru datang dari sosok Primus Yustisio.
Anggota dewan yang kini terpilih kembali ini, memilih cara yang jauh dari kesan mewah naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Bintaro menuju Gedung DPR di Senayan.
Aksinya ini langsung mendapat pujian dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Aksi Primus ini terekam dalam sebuah video yang viral.
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat santai layaknya penumpang KRL pada umumnya.
Tanpa pengawalan ketat atau kendaraan mewah, Primus berdiri di dalam gerbong, berbaur dengan masyarakat yang juga berangkat kerja.
Keputusan ini bukan tanpa alasan.
Rumah Primus dan istrinya, Jihan Fahira, berada dekat dengan stasiun KRL.
Menurut mereka, menggunakan KRL jauh lebih efisien dan efektif dibanding kendaraan pribadi.
"Primus naik KRL? Keren banget! Ini baru wakil rakyat yang sesungguhnya," tulis seorang warganet.
Pemandangan ini seolah menjadi antitesis dari isu tunjangan fantastis yang sedang gencar dikritik masyarakat.
Tunjangan rumah yang disebut sebagai pengganti fasilitas rumah dinas di Kalibata itu dianggap tidak etis, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Sikap Primus yang memilih transportasi publik menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat yang ia wakili.
Menurut Primus, memilih naik KRL adalah cara paling efisien untuk menghindari kemacetan Jakarta.
Namun, di balik alasan praktis tersebut, ia juga mengirimkan pesan kuat.
"Saya kira ini adalah hal yang wajar. Saya juga dari rakyat, jadi saya harus merasakan apa yang rakyat rasakan," ujar Primus.
Sikap Primus Yustisio ini menjadi pengingat bagi para wakil rakyat lainnya. Bahwa integritas dan empati adalah hal yang paling penting. (Chintya Maharani)
Editor : Meitika Candra Lantiva