Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Tinngkatkan Layanan Kesehatan : Target Pembangunan 500 Rumah Sakit dan Mencetak Dokter Spesialis

Bahana. • Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:17 WIB

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peninjauan fasilitas ke Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta pada Selas
Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peninjauan fasilitas ke Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta pada Selas
RADAR JOGJA - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional lewat pembangunan rumah sakit, penambahan fakultas kedokteran, dan percepatan penyediaan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

Presiden menyampaikan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada persoalan besar terkait keterbatasan sumber daya kesehatan.

“Kita masih menghadapi kendala. Bangsa kita sangat besar. Kekurangan dokter, kekurangan spesialis, kekurangan tenaga paramedis terjadi di seluruh dunia. Kita harus menggunakan segala kemampuan kita untuk mencapai cita-cita kita, yaitu kesehatan dengan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya ketika meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Prabowo menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak mendasar bagi seluruh rakyat serta cerminan dari demokrasi, sehingga diperlukan suatu pengelolaan di sektor kesehatan yang bersih.

“Pendidikan yang terbaik dan kesehatan yang terbaik hanya bisa diwujudkan kalau tidak ada korupsi, kalau tidak ada manipulasi, kalau tidak ada kebocoran. Setiap rupiah yang membeli alat-alat terbaik di dunia harus sampai ke rakyat,” tegas Prabowo.

Pada momen tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa negara Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis.

Sementara itu tiap tahun hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis.

Ia menekankan bahwa bila situasi ini terus berlanjut, maka diperlukan waktu sekitar 35 tahun untuk menutup kekurangan dokter spesialis.

Dibutuhkan terobosan besar dan tidak dapat lagi mengandalkan pola Business as Usual (BAU).

Business as Usual (BAU) diartikan sebagai aktivitas dan operasi bisnis sehari - hari yang dilakukan secara rutin untuk menjaga kelancaran operasional, tanpa gangguan ataupun perubahan signifikan dari rutinitas yang sudah ada.

“Jadi kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak bisa normatif. Mengejar pembangunan Indonesia, mengejar kesejahteraan Indonesia, tidak bisa business as usual, tidak bisa. We have to work harder, we have to do our best,” ungkapnya.

Pemerintah menargetkan dalam empat tahun mendatang akan dibangun sejumlah 500 rumah sakit dengan memiliki kualitas tinggi di seluruh kabupaten, kemudian juga menyiapkan 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran yang mencakup pendidikan spesialis dan subspesialis.

“Target saya akan ada 30 fakultas kedokteran baru insyaallah untuk mengejar tadi 70 ribu spesialis dan dokter umum kekurangannya adalah 140 ribu. Kalau tidak ya kita tunggu 35 tahun,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo optimis bahwa melalui visi tersebut, negara Indonesia dapat mempercepat langkahnya dalam mengejar ketertinggalan di sektor kesehatan.

“Di hati kita kalau kita punya niat, insyaallah kita akan mencapai itu. We have the resources, we have to manage our resources,” tuturnya.


Penulis : Putri Endina Eka Cahyani

Editor : Bahana.
#layanan kesehatan #rumah sakit #Presiden Prabowo