RADAR JOGJA – Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik lantaran pernyataannya yang menyebut bahwa sifat koruptif tidak hanya dimiliki oleh pejabat saja, tetapi juga rakyat biasa.
Menurut Dedi, rakyat juga sama memiliki karakter ‘buas’ dan ‘serakah’ seperti hal nya pemerintah, hanya saja berbeda dalam tingkatan kekuasaan.
Dalam video yang beredar, Dedi menilai bahwa perilaku koruptif merupakan masalah yang merata diseluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dari pejabat saja.
Dedi bahkan menyebutkan contoh kecil yang bisa memicu pernyataannya tersebut.
Contoh nyatanya, Gubernur Jawa Barat yang sering disebut kang Dedi Mulyadi tersebut menceritakan pengalamannya saat berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa saat satu orang diberi lapak 1, orang itu malah mengambil 5.
Dalam satu kasus lain, juga ada lapak yang seharusnya diberikan gratis untuk rakyat kecil, tetapi malah disewakan kembali atau digunakan untuk keuntungan pribadi.
Pernyataan Dedi Mulyadi tersebut sontak memicu pro kontra dari masyarakat.
Namun sejumlah netizen menilai bahwa ucapan Dedi realistis dan benar adanya yang menggambarkan kondisi sosial yang kerap terjadi di masyarakat.
Tetapi banyak juga kontra dari pernyataan ini karena dianggap menyudutkan rakyat kecil yang justru sering menjadi korban korupsi para pejabat.
Meskipun menuai banyak kritik, Dedi menjelaskan bahwa tujuannya mengatakan ini bukan semata-mata untuk menyalahkan rakyat.
Melainkan untuk mengingatkan budaya antikorupsi harus dibangun bersama-sama, tidak hanya dibebankan kepada pejabat.
Kontroversi ini menambah daftar panjang pernyataan Dedi Mulyadi yang kerap memantik perdebatan publik.
Belum diketahui apakah ia akan memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait ucapannya tersebut. (Alya Amirul Khasanah)