Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI bersama Dirut PT KAI Bobby Rasyidin yang digelar pada Rabu (20/8/2025), Nasim menyampaikan usulnya untuk menyisakan satu gerbong untuk merokok.
“Paling tidak pak, ini ada masukan juga gerbong yang selama ini dulu ada, tapi setelah itu dihilangkan. Adalah sisakan satu gerbong untuk kafe, ya kan, untuk ngopi, paling tidak di situ untuk smoking area Pak.” Usulnya.
Menurutnya dengan adanya gerbong smoking (merokok) itu bisa menjadi solusi bagi penumpang perokok di perjalanan panjang dan bahkan dapat menguntungkan KAI.
“Karena banyak kereta tidak smoking area, Pak Bobby. Nah paling tidak dalam kereta ini ada lah satu gerbong. Saya yakin, Pak, saya yakin itu pasti bermanfaat dan menguntungkan buat kereta api, ya kan? Pasti banyak itu, satu aja, untuk kafe terus smoking.” Imbuhnya.
Lantas video tersebut ramai beredar di media sosial dan menjadi sorotan netizen. Banyak netizen yang menilai usulan tersebut aneh dan tidak masuk akal, lebih baik prioritaskan untuk ruang laktasi, ibu hamil, dan difabel.
PT KAI menolak usulan tersebut dan menegaskan kereta api tetap kawasan bebas asap rokok, mengacu pada peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok (2011) dan UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
Namun KAI masih menyediakan area merokok di kawasan stasiun agar penumpang perokok tetap memiliki area khusus tanpa mengganggu penumpang lain.
Wapres, Gibran Rakabuming Raka pun turut menanggapi. Menurutnya, usulan gerbong perokok tidak sinkron dengan program pemerintah, terutama agenda kesehatan. Ia menilai fasilitas untuk ibu hamil, menyusui, balita, lansia, dan difabel lebih prioritas.
Siapa Nasim Khan?
Nasim Khan lahir di Situbondo, 10 Juni 1975, seorang politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia mewakili Dapil Jawa Timur III (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso). Tercatat, ia menjabat sebagai anggota DPR RI tiga periode (2014-2019, 2019-2024, 2024-2029).
Saat ini ia duduk di Komisi VI DPR RI yang membidangi perindustrian, perdagangan, koperasi UKM, BUMN, investasi, dan standarisasi nasional. Ia memulai perjalanan politiknya sejak di bangku kuliah dengan aktif berorganisasi, seperti di Senat Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (1994).
Di luar dunia politik, Nasim juga terjun di dunia bisnis industri perhiasan dan batu mulia seperti PT. Guna Inti Permata dan Khan Group Jewelry.
Penulis: Ayu Andayani Saputri