RADAR JOGJA - Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Desa Saraten, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sebuah minibus menabrak sekelompok penari yang sedang berpartisipasi dalam pawai kemerdekaan. Kejadian ini menimbulkan korban luka dan memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan terjadi ketika sebuah minibus berwarna hitam tiba-tiba menabrak barisan penari dari belakang. pawai tersebut diiringi oleh "sound horeg" atau sistem suara yang sangat keras. Suara yang nyaring ini diduga menjadi salah satu faktor penyebab, karena para penari tidak sempat bereaksi dan menghindar meskipun pengemudi minibus sudah membunyikan klakson.
Menurut keterangan Iptu Putu Ardhana, Kapolsek Cluring, pengemudi minibus diduga lalai. Pengemudi tersebut kemungkinan besar tidak menguasai kendaraan matic yang dikemudikannya. Selain itu, ada dugaan bahwa pengemudi sedang dalam pengaruh alkohol atau minuman keras, karena ditemukan adanya botol minuman beralkohol di dalam kendaraan.
Akibat insiden ini, empat penari terlindas oleh minibus dan mengalami luka-luka. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kasus ini kini ditangani oleh Tim Unit Gakkum Satlantas Polres Banyuwangi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Pengemudi minibus sedang dalam pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian dan pengaruh alkohol. Hasil penyelidikan akan menentukan langkah hukum selanjutnya yang akan diambil terhadap pengemudi.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian juga diimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat menghadiri acara yang padat dan ramai seperti pawai atau karnaval.
(Adessia Miftahullatifah)
Editor : Iwa Ikhwanudin