RADAR JOGJA – Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dikenal dengan gebrakannya memimpin Jawa Barat.
Dia dianggap sosok yang penuh kontroversial dan pencintraan di kalangan masyarakat.
Aturan-aturannya selalu mendapatkan protes warga dari berbagai unsur atau segmen dan dianggap radikal.
Di lain sisi, tindakannya disebut-sebut penuh pencintraan, lantaran selalu ditampilkan dalam media sosial.
Menanggapi hal tersebut, KDM pun bersuara.
Secara terbuka, ia menyebut tindakannya dalam membuat kebijakan sebagai sesuatu yang "radikal".
Pernyataan ini muncul ketika Kang Dedi menjelaskan mengapa ia sering kali mengambil langkah-langkah yang tidak biasa dan bertentangan dengan kebiasaan umum dalam podcast Deddy Corbuzier.
Menurutnya, tindakan "radikal" tersebut diperlukan guna mengatasi masalah akut yang menyebabkan kemiskinan permanen.
Ia merasa sebagai pemimpin, dari pengalaman-pengalaman yang ditemuinya di masyarakat, dirinya harus menjadi seorang "trendsetter" yang berani mengambil keputusan sulit demi kebaikan publik.
"Bukan sekadar mengikuti arus," tegasnya.
Baca Juga: Bukan Kesadaran, KDM Sebut Kepatuhan Hukum orang Indonesia Dipicu Rasa Takut
Salah satu kebijakan yang ia soroti adalah larangan kegiatan wisuda dan studi tur di sekolah yang dinilai tidak esensial.
Di mana, KDM menjelaskan bahwa larangan ini bukan muncul tanpa alasan.
Ia melihat banyak orang tua, terutama dari kalangan menengah ke bawah, yang terbebani oleh adanya biaya kegiatan tersebut.
"Saya sering menemukan orang tua yang sampai harus meminjam uang dari rentenir, yang dikenal dengan nama 'Bank Emok', hanya untuk membiayai study tour" ujar gubernur Jawa Barat tersebut.
Ia juga menganggap bahwa kegiatan "study tour" saat ini sering kali tidak memiliki nilai edukasi yang jelas dan lebih mirip piknik biasa, karena pada dasarnya sekolah tidak memiliki kurikulum Study Tour.
Dia juga memberikan pernyataan bahwa kegiatan Study Tour dalam pendidikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar sekolah, seperti membersihkan sampah dan mengelola atau menguji jajanan anak-anak sekolah di laboratorium.
Sehingga terkait pernyataan Kang Dedi bahwa tindakannya "radikal" menurutnya, terkait langkah-langkah yang tegas dan berani dalam mengubah sistem yang sudah mendarah daging tersebut.
Hal ini dilakukan demi melindungi masyarakat dari beban ekonomi yang tidak perlu sehingga dapat mengatasi akar permasalahan kemiskinan secara langsung.
Karena pemerintah harus memiliki rasa tanggung jawab. (Annisa Malika Akbar)
Editor : Meitika Candra Lantiva