RADAR JOGJA - Hari ini, tepat tanggal 23 Juli Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN).
Sebuah momentum tahunan yang menegaskan komitmen bangsa terhadap hak, perlindungan, dan masa depan anak-anak.
Tema
Tahun ini, HAN mengangkat tema nasional:
“Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Emas 2045.”
Tema ini mencerminkan tekad bersama untuk menyiapkan generasi muda sebagai penggerak utama Indonesia Emas 2045, ketika bangsa ini merayakan 100 tahun kemerdekaannya.
Anak-anak hari ini adalah calon pemimpin, inovator, dan penentu arah bangsa di masa depan.
Tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984.
Selain itu, tanggal ini juga bertepatan dengan lahirnya UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002, yang memperkuat perlindungan hukum terhadap anak Indonesia dari hak hidup hingga partisipasi dalam kehidupan sosial.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan empat pilar utama dalam peringatan HAN tahun ini:
1. Pendidikan Inklusif dan Bermutu
Mendorong akses pendidikan yang adil bagi semua anak, termasuk anak-anak dengan disabilitas atau dari wilayah tertinggal.
2. Kesehatan Mental dan Fisik Anak
Pemerintah meningkatkan layanan kesehatan yang menjangkau sekolah dan komunitas, termasuk dukungan psikososial.
3. Perlindungan dari Kekerasan dan Eksploitasi
Fokus pada pencegahan perundungan, kekerasan rumah tangga, dan pekerja anak, demi terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung.
4. Partisipasi Anak dalam Pembangunan
Melibatkan anak-anak dalam forum dan diskusi publik agar suara mereka didengar dan dijadikan pertimbangan dalam kebijakan.
Perayaan HAN berlangsung meriah di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bandung, dan Kupang. Rangkaian acara meliputi:
• Festival seni dan budaya anak
• Lomba kreativitas dan edukasi ramah anak
• Talkshow parenting
• Deklarasi Sekolah Ramah Anak
Sementara itu, acara puncak HAN diselenggarakan secara hybrid dari Istana Merdeka, dengan dihadiri langsung oleh Presiden, jajaran menteri, serta perwakilan anak dari seluruh provinsi.
Momen penting ini diakhiri dengan pembacaan Suara Anak Indonesia 2025, hasil sidang tahunan Forum Anak Nasional.
Anak-anak dari berbagai penjuru negeri menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah.
Tiga poin utama yang mereka serukan tahun ini adalah:
• Hentikan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah
• Perlindungan untuk anak-anak difabel dan korban bencana
• Akses yang adil terhadap internet dan bahan bacaan edukatif, terutama di wilayah pelosok.
Peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni tahunan.
Ia menjadi pengingat bahwa memenuhi hak anak berarti menyiapkan masa depan bangsa.
Seluruh elemen masyarakat orang tua, pendidik, pemangku kebijakan, hingga media memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh-kembang anak secara optimal.
Anak-anak hebat hari ini adalah pembentuk bangsa yang kuat di masa depan. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva