RADAR JOGJA - Jade Princessa Nugroho, balerina muda asal Indonesia, tampil sebagai salah satu peserta dalam International Ballet & Fine Arts Festival 2025 yang berlangsung di Wina, Austria (10/7/2025).
Jade menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang yang menggabungkan pertunjukan balet dan pameran fotografi bertaraf internasional.
Dalam pertunjukan utama, Jade membawakan koreografi klasik dari Swan Lake dan tampil dalam format solo serta duet bersama penari muda dari 18 negara.
Pemilihannya sebagai delegasi Indonesia dilakukan oleh kurator European Ballet Council, berdasarkan prestasinya di Kompetisi Balet Asia-Pasifik 2024, di mana ia meraih medali emas pada kategori Junior Elite.
“Jade menjadi simbol generasi muda Indonesia yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar tradisinya,” ujar Anastasia Widjaja, Konsul Budaya RI untuk Austria.
Selain tampil di atas panggung, Jade turut terlibat dalam pameran fotografi bertema Grace in Motion.
Ia menjadi subjek utama karya fotografer asal Prancis, Lucien Marceau, yang menampilkan potret keanggunan dan kekuatan penari muda Asia Tenggara.
Karya tersebut kini dipamerkan di Museum Albertina, bersama dokumentasi 12 balerina dari berbagai negara.
Jade saat ini berusia 15 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Royal Ballet School, London, melalui beasiswa penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Ia merupakan bagian dari program Bakat Indonesia Gemilang (BIG), yang dirancang untuk mendukung talenta muda Tanah Air di bidang seni pertunjukan.
“Dedikasi dan kedisiplinan Jade merupakan contoh bahwa seni dapat menjadi kekuatan representatif bangsa,” kata Retno Pramudito, Direktur Program BIG.
Profil Singkat
Nama: Jade Princessa Nugroho
Usia: 15 tahun
Asal: Jakarta, Indonesia
Sekolah: Royal Ballet School, London
Prestasi: Medali Emas – Junior Elite Ballet Asia-Pacific 2024
Program: Penerima Beasiswa BIG – Kemendikbudristek
Cita-cita: Menjadi koreografer balet klasik pertama asal Indonesia di Bolshoi Theatre, Rusia. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva