Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Jamaah Haji Kerap Meninggal Saat Berhaji? Ini Penjelasan Medis dan Faktornya

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 24 Juni 2025 | 20:59 WIB
 
Jemaah Haji Asal Indonesia.
Jemaah Haji Asal Indonesia.
 
RADAR JOGJA – Kementerian Agama RI melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat 
hingga 23 Juni 2025, jumlah jamaah haji Indonesia meninggal dunia ada 365 orang.
 
Sebagian besar kematian terjadi saat fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
 
Tingginya angka ini kembali menimbulkan pertanyaan publik: mengapa jamaah haji, terutama dari Indonesia, kerap meninggal saat berhaji?
 
Baca Juga: Antrean Penggrobak Depo Mandala Krida Masih Kerap Mengular, Penjemputan Sampah Sering Terlambat
 
Penyebab Utama: Faktor Usia, Penyakit, dan Cuaca Ekstrem
 
Menurut Kementerian Kesehatan RI, ada tiga faktor utama yang menjelaskan tingginya angka kematian:
 
1. Usia lanjut dan penyakit penyerta (komorbid), seperti gangguan jantung, hipertensi, dan diabetes yang sulit dikontrol saat aktivitas ibadah padat.
 
 
2. Cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang tahun ini mencapai suhu hingga 50°C, memicu heatstroke dan dehidrasi berat.
 
 
3. Kelelahan fisik, karena pelaksanaan rukun dan wajib haji menuntut pergerakan jauh, berjalan kaki, dan ibadah intensif dalam waktu singkat. 
 
Banyak jamaah kelelahan, bahkan sebelum puncak ibadah berlangsung.
 
Baca Juga: Setelah 12 Hari Konflik Israel - Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata
 
Evaluasi dan Upaya Pencegahan
 
Pemerintah telah memperketat syarat kesehatan melalui proses istithaah (kemampuan fisik dan medis), namun banyak calon jamaah yang tetap memaksakan diri berangkat meski memiliki risiko tinggi. 
 
Selain itu, edukasi dan perlindungan terhadap cuaca panas seperti penggunaan payung, penyemprotan air, serta minum elektrolit, masih belum optimal diterapkan di lapangan. 
 
Ke depan, seleksi lebih ketat, monitoring kesehatan berkelanjutan, dan penguatan tim kesehatan haji diharapkan mampu menekan angka kematian jamaah. 
 
(Muhammad Taufik)
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#haji #Jamaah haji Indonesia #jamaah haji Indonesia meninggal dunia #jamaah haji #siskohat #Sistem Informasi #Kementerian Agama RI