RADAR JOGJA - Viral, seorang warganet curhat di X menjadi korban pelecehan seksual ketika melamar pekerjaan sebagai SPG.
Perempuan dengan akun @rochofella itu membagikan kisahnya yang membuatnya trauma.
Awalnya dia berniat mencari part time (pekerjaan sampingan) dengan menelusuri informasi lowongan kerja (loker) SPG Event di media sosial.
Lalu dia tertarik melamar pekerjaan di salah satu informasi tersebut dan bergegas mengirim surat lamaran kerja dan CV melalui email yang tersedia.
"Awanya gue email biasa deh, karena emang banyak loker SPG yang gak profesional2 amat maksudnya ga pake email resmi, cuma langsung ke narahubungnya," tulisnya di X.
Kemudian dia mendapatkan respon melalui Whats App dengan nomor +62 852 8325 0440 yang mengaku bernama Riska HR Iqosofficial dan memastikan telah mendaftar dan mengirimkan dokumen sesuai permintaan perusahaan.
Lantas Riska meminta @rochofella untuk melakukan body checking yang bisa dilakukan secara offline ataupun online, sebagai persyaratan yang wajib dilakukan.
Karena lokasi tempat tinggal jauh dengan perusahaan jauh, ia memilih melakukan secara online.
Body Checking dilakukan untuk mengetahui apakah si pelamar bertato atau tidak, sebab perusahaan tidak menerima karyawan bertato.
"Gue ngerasa gak ada yang aneh, walaupun gue awam banget baru nyobain apply job2 SPG," kata dia.
Karena persyaratan tersebut dinilai masih wajar, maka dia lakukan.
Sebelumnya, akun @rochofella menceritakan pernah melamar pekerjaan sebagai host live dan juga talent iklan. Dan ia pun diminta untuk mencantumkan video perkenalan diri dengan pakaian standart, maaka dia tak menaruh curiga.
Namun lagi-lagi HR meminta agar ia mengirimkan body checking dengan memperlihatkan seluruh badan dan dikirimkan melalui email resmi.
Karena merasa janggal dan tak dapat memenuhi permintaan tersebut, ia justru mendapatkan pelecehan verbal dengan kiriman foto tak senonoh.
Atas kejadian tersebut ia pun telah melaporkan kepada brand Iqosofficial dan diterima oleh CS inisial L dan CS Heri.
Kendati begitu, dia tidak mendapat respon lagi, meski aduan telah disampaikan melalui email.
Dia pun sudah melapor ke Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak.
"Kasusnya sudah masuk dan menunggu proses selanjutnya yang semoga benar ditanggapi," ujarnya.
Dia berharap pelaku menghapus videonya dan meminta maaf ditandatangani di atas materai.
Ia pun dalam pendampingan psikolog.
Cuitan tersebut membuka tabir bahwa pelecehan seksual masih banyak terjadi di dunia kerja dengan memanfaatkan privasi seseorang hingga eksplor bagian tubuh.
Hal ini mendapatkan respon dari warganet lainnya.
Akun @mindedlyofbelli pun merasakan kejadian yang sama sewaktu melamar pekerjaan sebagai SPG di salah satu brand fashion.
Beruntung tak melanjutkan permintaan oknum tersebut. Ia menolak tegas dan memilih mencari pekerjaan lainnya.
Senada dirasakan @lalalandiezye, kejadian tersebut juga pernah ia alami saat melamar pekerjaan.
"Semoga dengan ini kita bisa lebih berhati-hati dan jaga-jaga yaa," pesannya.
Cuitan tersebut dibagikan Sabtu (7/5/2025) dan viral di X hingga 5,6 juta tayangan, 30 ribu like dan 3.903 posting ulang.
Dari cuitan tersebut, pesan yang dapat diambil, harus berhati-hati saat melamar pekerjaan.
Jika mengkhususkan persyaratan yang tidak wajar, sebaiknya ditinggalkan. Dan mencari pekerjaan lain.
Editor : Meitika Candra Lantiva