Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polemik Pemasangan Stair Lift di Candi Borobudur: Antara Aksesibilitas dan Pelestarian Warisan Budaya

Meitika Candra Lantiva • Senin, 26 Mei 2025 | 20:40 WIB
Proses pemasangan stair lift di Candi Borobudur.
Proses pemasangan stair lift di Candi Borobudur.


RADAR JOGJA - Rencana pemasangan stair lift di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, memicu perdebatan di kalangan masyarakat, akademisi, dan pelaku pariwisata.

Tujuan utama dari rencana ini adalah meningkatkan aksesibilitas bagi pengunjung, terutama lansia dan penyandang disabilitas.

Namun, banyak pihak yang khawatir bahwa pemasangan stair lift dapat merusak nilai historis dan arsitektur asli candi yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.


Pemerintah berencana memasang stair lift sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi pengunjung.

Dengan adanya stair lift, diharapkan lebih banyak orang dapat menikmati keindahan Candi Borobudur tanpa harus menghadapi tantangan fisik menaiki tangga yang curam dan sempit.

Langkah ini juga dianggap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang berkontribusi pada perekonomian lokal.

Pedebatan ini ramai di threads hingga menuai pro dan kontra.


“Pemasangan tersebut beralasan untuk melindungi candi itu sendiri, karena batu candi sudah mulai aus dan capek akibat overload wisatawan,” komentar @natasia.ester.


“Pemasangan juga sudah berdasarkan kajian selama 1-2 bulan, artinya tidak melanggar prinsip pelestarian, sakral, atau pun orisinalitas. Btw saya arkeolog dan konservator ya,” tambahnya.


“Bukan kah justru akan semakin baik karena bisa membantu beberapa biksu yang udah sepuh untuk bisa naik ke Arupadathu? Karena tangganya Borobudur itu tajam banget,” komentar @tonyazizz.


“Main ke situs warisan duni di Gunung Tianyu Zhejian, ada 120m eskalatornya dan tujuannya biar anak kecil dan lansia bisa menikmati sampai puncak,” komentar @isari.91.


Di sisi lain, banyak pihak yang menentang rencana ini dengan alasan pelestarian cagar budaya.

Pemasangan stair lift dianggap dapat merusak struktur asli candi dan mengganggu estetika serta nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa penambahan fasilitas modern seperti stair lift dapat mengurangi keaslian pengalaman berkunjung ke situs bersejarah ini.

“Saya menyatakan bahwa pemasangan fasilitas tersebut bertentangan dengan prinsip pelestarian, kesakralan, dan orisinalitas Candi Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia dan peninggalan agung peradaban manusia,” tulis @pitut_wurharyana.


“Udah paling bener aturan dulu yang melarang wisatawan naik candi, cukup dari sisi luar candi saja kecuali untuk keperluan ibadah. Gak bakal ngurangin pengungjung, apalagi ini cagar budaya,” ujar @gusde.


“Saya sih 100% tidak setuju, itu kan warisan dunia yang tidak boleh diubah-ubah lho, karena merusak nilai alami dari segi struktur bangunan. Kecewa sih,” komentar @its_devy89.


Apa itu Stair Lift?


Stair lift adalah alat bantu mobilitas yang dirancang untuk membantu seseorang naik dan turun tangga dengan aman dan nyaman.

Bentuknya berupa kursi yang dipasang di rel sepanjang sisi tangga dan digerakkan oleh motor listrik.

Stair lift biasanya digunakan oleh lansia, penyandang disabilitas, atau orang yang kesulitan menaiki tangga karena kondisi fisik tertentu.


Ciri khas stair lift:

• Kursi yang bisa dinaiki, dilengkapi dengan sandaran, pijakan kaki, dan sabuk pengaman.
• Rel khusus yang dipasang mengikuti bentuk tangga—baik lurus maupun berkelok.
• Motor penggerak yang menggerakkan kursi naik-turun secara perlahan.
• Tombol kontrol pada kursi atau remote untuk mengoperasikan alat.


Stair lift dapat memberikan akses vertikal di rumah atau gedung bertingkat tanpa harus membangun lift besar.

Kemudian menjaga kemandirian pengguna dalam bergerak antar lantai, dan dapat menjadi alternatif ramah arsitektur untuk bangunan tua atau bersejarah, karena tidak perlu renovasi besar. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Candi Borobudur #Magelang #aksesibilitas #Pelestarian Warisan Budaya #Warisan Budaya #UNESCO #Pemasangan Stair Lift #Kunjungan Wisatawan #polemik