Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dedi Mulyadi Suarakan Aspirasi Petani Majalengka di Hadapan Presiden Prabowo: Biaya Produksi Tinggi dan Kebutuhan Asuransi Kesehatan Jadi Sorotan

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:11 WIB
Ilustrasi petani sedang memanen padinya di sawah.
Ilustrasi petani sedang memanen padinya di sawah.

RADAR JOGJA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Acara ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang melibatkan 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan Jawa Barat sebagai pusat perayaan karena statusnya sebagai lumbung padi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan berbagai aspirasi petani Jawa Barat langsung kepada Presiden Prabowo.

Ia menyoroti tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait biaya produksi yang tinggi akibat kebutuhan akan obat-obatan pengendali hama.

"Sekarang pupuk sudah lancar, tapi biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan karena sebelum mulai menanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong atau hama. 'Nyemprot'-nya itu dua kali sehari," ungkap Dedi Mulyadi.

Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya peningkatan akses petani terhadap asuransi kesehatan.

"Mohon peningkatan asuransi kesehatan petani karena banyak petani yang ketika sakit tidak terkover BPJS atau BPJS mandirinya tidak terbayar," tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Dedi Mulyadi juga meminta tambahan alat pertanian modern dari Kementerian Pertanian.

"Karena Jabar pusat lumbung padi nasional, ya seluruh alatnya harus banyak (supaya) ditambah kalau ingin peningkatan produksi," tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada para petani atas kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Para petani adalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara. Saya katakan berkali-kali dan bertahun-tahun tanpa pangan tidak ada negara, tanpa pangan tidak ada NKRI," ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: 10 Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 8 Mei 2025, Salah Satunya PSS Sleman Didenda 200 Juta, ini Penyebabnya

Acara panen raya ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa produksi beras nasional saat ini berada dalam tren yang menggembirakan.

Dengan stok gudang sebanyak 2,4 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 3 juta ton setelah panen raya ini, angka tertinggi selama 10-20 tahun terakhir.

Kegiatan panen raya di Majalengka ini menjadi simbol keberhasilan musim tanam sekaligus bukti peningkatan produktivitas pertanian lokal.

Dengan adanya dialog langsung antara pemerintah dan petani, diharapkan aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kedaulatan pangan nasional. (Affan Yunas Hakim)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dedi mulyadi #lumbung padi nasional #Aspirasi Petani Majalengka #kebutuhan #biaya produksi #Kementerian Pertanian #asuransi kesehatan #BPJS #Gubernur Jawa Barat #presiden #Presiden Prabowo