RADAR JOGJA - Kasus keracunan massal dialami 214 pelajar di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (7/5/2025).
Peristiwa itu terjadi pasca mereka mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani ke 12 sekolah.
Untuk itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil sejumlah langkah korektif.
Salah satunya melakukan uji sampel terhadap menu makanan yang dikonsumsi siswa hingga menyebabkan keracunan massal.
Hasil uji sampel dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia coli dan Salmonella pada menu makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Menyusul banyaknya kasus keracunan yang diduga usai mengonsumsi menu MBG di sejumlah wilayah termasuk kota Bogor, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyatakan bahwa BGN segera melakukan pengujian lanjutan terhadap sampel makanan dan bahan baku untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut.
"Jika terjadi seperti ini kami itu biasa langsung ambil tindakan. Satu, cek sampel makanannya, benar enggak? Ini valid enggak?" ujar Tigor di Jakarta, Selasa (13/5/2025).
Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut dalam mencegah insiden serupa, BGN juga akan memberikan pelatihan ulang kepada SPPG yang terkait apabila terbukti terjadi kelalaian dalam pengelolaan makanan.
Pemeriksaan juga turut dilakukan terhadap seluruh rantai pasok bahan makanan dalam program MBG.
Apabila ditemukan pemasok yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, kerja sama dengan pemasok tersebut akan dihentikan.
"Begitu kita tahu supplier-nya maka kita akan berikan teguran ke supplier tersebut. Kalau dia tidak ada perbaikan, kita setop supplier tersebut," jelas Tigor.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG akan diperketat secara menyeluruh sebagai bagian dari komitmen nasional untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi yang aman dan berkualitas. (Fadel Muhammad)
Editor : Meitika Candra Lantiva