RADAR JOGJA – Seorang pria asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tengah berjuang menuntut keadilan atas meninggalnya anaknya yang diduga akibat kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
Anaknya, yang berusia 15 bulan, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 15 hari di rumah sakit tersebut.
Kronologi Kejadian
Bayi malang tersebut, yang bernama Calista, dilarikan ke RSUD Karawang dalam kondisi kritis akibat dugaan penganiayaan oleh ibunya sendiri.
Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi Calista semakin memburuk dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Tim medis RSUD Karawang menyatakan bahwa bayi tersebut mengalami luka di wajah dan benturan di kepala yang menyebabkan kerusakan pada otak, serta diduga mengalami infeksi otak.
Tuntutan Keadilan oleh Keluarga
Keluarga korban merasa bahwa pelayanan medis yang diberikan tidak sesuai standar dan berpotensi menyebabkan kematian anak mereka.
Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit atas kejadian tersebut.
Keluarga juga meminta agar pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kelalaian medis yang terjadi.
Tanggapan Pihak RSUD Karawang
Pihak RSUD Karawang melalui Humas Rumah Sakit, Ruhimin, menyatakan bahwa tim medis telah memberikan perawatan maksimal sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Namun, mengingat kondisi pasien yang sangat kritis, tim medis tidak dapat menyelamatkan nyawa bayi tersebut.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis di masa mendatang.
Langkah Hukum yang Ditempuh
Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mereka berharap agar kasus ini dapat ditangani secara profesional dan transparan, serta agar keadilan dapat ditegakkan bagi anak mereka.
Harapan dari Kasus Ini
Kasus ini menjadi perhatian publik mengenai pentingnya kualitas pelayanan medis di rumah sakit pemerintah.
Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan agar pihak rumah sakit selalu mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis.
Keluarga korban juga berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu menjaga profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.
Publik menantikan perkembangan selanjutnya dan berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. (Anicetus Awur)
Editor : Meitika Candra Lantiva