Lebih dari 5.000 Anak Daftar Sekolah Rakyat: Langkah Nyata Pemerintah Putus Rantai Kemiskinan
Meitika Candra Lantiva• Kamis, 8 Mei 2025 | 16:43 WIB
Gambaran kemiskinan di suatu negara.
RADAR JOGJA - Program Sekolah Rakyat, inisiatif pendidikan gratis dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Hingga awal Mei 2025, lebih dari 5.000 anak telah mendaftar untuk mengikuti program ini, menandai langkah awal dalam upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah asrama gratis yang menyediakan pendidikan berkualitas, asupan gizi, serta pembinaan karakter bagi peserta didik.
Gus Ipul menyebutkan bahwa sekolah-sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5-10 hektar, lengkap dengan fasilitas asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan fasilitas olahraga.
Untuk mendukung kualitas pendidikan, pemerintah akan merekrut sekitar 700 guru bersertifikat untuk mengajar lebih dari 2.000 siswa.
Rekrutmen akan diprioritaskan bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan berdomisili di sekitar lokasi sekolah.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka bisa sekolah setinggi-tingginya.
"Mudah-mudahan anak-anak kita yang kurang mampu orang tuanya, kurang beruntung, bisa sekolah minimal sampai sekolah menengah atas," ujarnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan bagi keluarga dan komunitas mereka. (Affan Yunas Hakim)