Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih dari 5.000 Anak Daftar Sekolah Rakyat: Langkah Nyata Pemerintah Putus Rantai Kemiskinan

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:43 WIB
 
Gambaran kemiskinan di suatu negara.
Gambaran kemiskinan di suatu negara.
 
RADAR JOGJA - Program Sekolah Rakyat, inisiatif pendidikan gratis dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. 
 
Hingga awal Mei 2025, lebih dari 5.000 anak telah mendaftar untuk mengikuti program ini, menandai langkah awal dalam upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
 
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah asrama gratis yang menyediakan pendidikan berkualitas, asupan gizi, serta pembinaan karakter bagi peserta didik. 
 
Baca Juga: Mikel Arteta: 100 Persen Tidak Ada Tim Yang Lebih Baik dari Arsenal, Sayangnya Kami Sudah Tersingkir
 
"Sekolah Rakyat adalah bentuk konkret dari upaya presiden dalam rangka memuliakan orang miskin," ujar Gus Ipul.
 
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 
 
Seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.
 
"Peserta didik harus berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem. Nanti akan ada tim yang menyeleksi itu," jelas Gus Ipul. 
 
Baca Juga: Pemkab Bantul Gencarkan Digitalisasi Pembayaran Pajak, Inginkan Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Publik
 
Dalam kunjungannya ke Banyumas pada 24 April 2025, Gus Ipul mengajak para orang tua untuk berkomitmen mendukung proses belajar anak-anak mereka.
 
"Mohon doa restunya. Tolong nanti dikawal, diawasi, dilihat di sini pada saat pelaksanaannya," ucap Gus Ipul.
 
Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026, dengan tahap awal dimulai dari jenjang SMA. 
 
Sebanyak 53 lokasi telah disiapkan untuk pelaksanaan program ini, termasuk di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah . 
 
Baca Juga: PSG 2-1 Arsenal, Besar, Tinggi, Mimpi Buruk untuk The Gunners Namanya Donnarumma, Les Parisiens ke Final
 
Gus Ipul menyebutkan bahwa sekolah-sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5-10 hektar, lengkap dengan fasilitas asrama, ruang kelas, tempat ibadah, kantin, dan fasilitas olahraga.
 
Untuk mendukung kualitas pendidikan, pemerintah akan merekrut sekitar 700 guru bersertifikat untuk mengajar lebih dari 2.000 siswa. 
 
Rekrutmen akan diprioritaskan bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan berdomisili di sekitar lokasi sekolah.
 
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. 
 
Baca Juga: Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di DIY Hari Ini, Berikut Penjelasan BMKG Yogyakarta
 
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, mendorong orang tua untuk memastikan anak-anak mereka bisa sekolah setinggi-tingginya.
 
"Mudah-mudahan anak-anak kita yang kurang mampu orang tuanya, kurang beruntung, bisa sekolah minimal sampai sekolah menengah atas," ujarnya.
 
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. 
 
Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan bagi keluarga dan komunitas mereka. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#ppg #Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional #banyumas #Bupati Banyumas #program #Sekolah Rakyat