RADAR JOGJA - Pendiri Gates Foundation sekaligus tokoh filantropi dunia, Bill Gates, memberikan hibah senilai 159 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 2,5 triliun) kepada Indonesia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menyampaikan hal ini usai secara langsung menerima kunjungan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/5/2025) pagi.
Dalam kesempatan sesi diskusi bersama para pengusaha nasional, Prabowo menjelaskan bahwa donasi ini disalurkan sejak tahun 2019 melalui berbagai sektor strategis.
Terutama bidang kesehatan sebesar USD 119 juta, pertanian dan teknologi masing-masing USD 5 juta, serta bantuan sosial lintas sektor senilai lebih dari USD 28 juta.
“Beliau telah memberi hibah ke Indonesia senilai 159 juta dolar, di kesehatan 119 juta dolar, pertanian 5 juta, teknologi 5 juta, bantuan sosial lainnya, lintas sektor totalnya lebih dari 28 juta,” ungkap Prabowo.
Pertemuan antara Bill Gates dan Presiden Prabowo turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Luar Negeri Sugiono.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC yang saat ini sedang dikembangkan oleh Bill Gates.
“Beliau sedang kembangkan vaksin TBC untuk dunia, tapi Indonesia akan jadi salah satu tempat yang akan diuji coba,” jelas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung pengembangan vaksin tersebut, langkah ini dianggap strategis mengingat tingginya angka kematian akibat TBC di Indonesia.
Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia mencatatkan jumlah kasus TBC mencapai 969 ribu pada tahun 2022, dengan angka kematian mencapai 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.
Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia, setelah India. (Fadel Muhammad)
Editor : Meitika Candra Lantiva