RADAR JOGJA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/5).
Rapat ini bertujuan untuk mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui optimalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Fokus pada Infrastruktur SPPG
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk mendukung operasional SPPG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak perlu terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG.
Namun, mereka diminta untuk menyiapkan fasilitas seperti bangunan SPPG guna memastikan program berjalan lancar.
Efisiensi Anggaran dan Pengadaan Lahan
Terkait dengan anggaran BGN yang mengalami pemangkasan sekitar Rp200 miliar, Dadan menyampaikan bahwa penghematan tersebut berasal dari pengadaan lahan.
Alih-alih membeli lahan baru, pemerintah memanfaatkan mekanisme pinjam pakai untuk pembangunan SPPG, sehingga anggaran untuk program MBG tetap aman.
Target Pembangunan SPPG
Untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat MBG, diperlukan sekitar 30.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo berharap agar pembangunan SPPG dapat dilakukan secara efisien dan tepat waktu, dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan program MBG dapat segera direalisasikan, memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi yang lebih baik.
Penulis: Anicetus Awur
Editor : Bahana.