RADAR JOGJA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti penegakan hukum di Indonesia, menekankan pentingnya penegakan hukum yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan mediasi yang berlangsung antara pihak Taman Safari Indonesia (TSI) dan mantan pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) pada (29/4/2025), terkait kasus dugaan eksploitasi pekerja yang belakangan ini mencuat di publik.
Pernyataan ini disampaikan setelah pihak Taman Safari Indonesia menyampaikan pembelaanya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi menyatakan bahwa hukum harus mempertimbangkan nilai kemanusiaan, tidak hanya dari sudut pandang normatif.
“Bagi saya kemanusiaan itu di atas hukum, karena apa? Karena hukum itu aspeknya yang bersifat normatif. Putusan hakim belum tentu benar, secara kemanusiaan. Dan bisa jadi bertentangan dengan Nurani kemanusiaan, karena Indonesia ini kita tahulah,” ungkap Dedi.
Sebagai pemimpin, Dedi menegaskan bahwa ia selalu memimpin dengan hati dan bukan semata-mata menggunakan akal pikiran.
“kita bisa menang di atas kertas, kita bisa menang di atas akta, tapi kita tidak akan bisa menang melawan jerit manusia yang itu tembus ke langit,” tambahnya.
Pertemuan mediasi yang di unggah dalam kanal YouTube resmi KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 29 April 2025 ini turut menjadi bagian dari upaya untuk mendengarkan langsung pandangan dari berbagai pihak terkait, serta mencari solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. (Fadel Muhammad)
Editor : Meitika Candra Lantiva