Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Skakmat Aura Cinta Masalah Larangan Wisuda Sekolah, Dedi Mulyadi Ternyata Pernah Dijerat 4 Kontroversi Selama Memimpin Purwakarta

Meitika Candra Lantiva • Senin, 28 April 2025 | 22:49 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

RADAR JOGJA - Dedi Mulyadi pernah mengalami beberapa kontroversi dan blunder selama menjabat sebagai Bupati Purwakarta (2008–2018).

Dia sempat mencalonkan diri di Pilgub Jabar 2018, tapi kalah dari Ridwan Kamil.

1. Polemik Simbol dan Tradisi Sunda

Dedi sering mempromosikan budaya Sunda dalam berbagai acara, seperti mewajibkan PNS berpakaian adat Sunda.

Namun, banyak yang mengkritik langkahnya karena dianggap berlebihan dan mencampuradukkan budaya dengan pemerintahan formal.

Ada yang menilai, pameran budaya itu terlalu seremonial tanpa menyentuh substansi kesejahteraan rakyat.


2. Konflik dengan Ormas Agama

Tahun 2016, Dedi sempat diprotes keras oleh sekelompok ormas Islam karena pemasangan patung-patung Sunda (seperti patung Arjuna dan Ghatotkaca) di ruang-ruang publik.

Mereka menuduh Dedi memuja berhala, meskipun Dedi menegaskan bahwa itu hanya bentuk pelestarian budaya.

Isu ini sempat memanas dan menyeretnya ke laporan hukum, walau akhirnya tidak sampai ke meja hijau.


3. Isu Pencitraan dan Populisme


Beberapa pengamat menilai Dedi sering melakukan aksi pencitraan berlebihan, seperti terlalu sering tampil di media saat memberi bantuan sosial atau kegiatan sosial lain.

Bahkan sempat muncul kritik kalau beberapa programnya lebih menonjolkan citra personal daripada dampak nyata jangka panjang.


4. Tuduhan Nepotisme

Di akhir masa jabatannya, ada suara-suara yang menuduhnya mencoba membangun dinasti politik di Purwakarta, termasuk mendorong keluarganya untuk mencalonkan diri di jabatan strategis.

Meski tuduhan itu tidak terbukti secara hukum, sentimen negatif tetap sempat berkembang di kalangan masyarakat lokal. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dedi mulyadi #kontroversi #larangan wisuda sekolah #purwakarta #Aura Cinta #Gubernur Jawa Barat