Korban diduga kelelahan setelah berjam-jam mencari ikan mabuk di tengah derasnya arus Sungai Brantas akibat kegiatan flushing yang dilakukan oleh Perum Jasa Tirta I sejak pukul 08.00 WIB.
“Ikan-ikan mabuk” menjadi daya tarik ribuan warga yang datang ke sungai untuk berburu.
Istilah "ikan mabuk" merujuk pada kondisi ikan yang lemas karena aliran air yang deras dan keruh akibat penggelontoran air dan sedimen dari Bendungan Wlingi dan Bendungan Lodoyo.
“Korban bernama inisial KSN tiba-tiba ambruk dan merangkul badan temannya. Kemungkinan korban kelelahan karena berebut ikan ‘mabuk’ saat pladu atau flushing bendungan Sungai Brantas,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi.
Menurut Putut, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. KSN diketahui telah berada di lokasi sejak pagi hari dan menyusuri area sungai yang berlumpur dan berarus deras.
Diduga tubuhnya tidak mampu menahan kelelahan akibat aktivitas yang cukup berat bagi usia lanjut.
Kegiatan flushing, yang rutin dilakukan setiap tahun sejak 2016, bertujuan untuk mengurangi sedimentasi di waduk.
Namun, imbasnya adalah aliran sungai yang menjadi deras dan keruh hingga ke wilayah hilir seperti Kabupaten Kediri, menyebabkan banyak ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.
Penulis: Abel Alma Putri
Editor : Bahana.