RADAR JOGJA - Umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Raya Galungan, sebuah perayaan suci yang memperingati kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan) pada hari ini, Rabu (23/4/2025).
Meskipun umat Hindu merupakan minoritas di Indonesia, sekitar 1,7% dari total populasi, perayaan ini tetap mendapat pengakuan dan dukungan luas, baik dari pemerintah maupun masyarakat umum.
Di Bali, yang merupakan pusat komunitas Hindu terbesar di Indonesia, Hari Galungan diakui sebagai hari libur resmi.
Pemerintah daerah memberikan dispensasi khusus untuk memastikan umat Hindu dapat merayakan hari suci ini tanpa hambatan.
Tradisi seperti pemasangan penjor, tiang bambu yang dihias dengan janur dan simbol-simbol keagamaan.
Penjor menghiasi jalan-jalan, menciptakan suasana sakral dan meriah.
Menariknya, perayaan Galungan tahun ini juga mendapat sorotan di media sosial.
Banyak akun resmi, termasuk instansi pemerintah dan partai politik, turut mengucapkan selamat kepada umat Hindu.
Misalnya, akun resmi TNI Angkatan Darat (@tni_ad) memposting ucapan, "Selamat Hari Raya Galungan 23 April 2025," yang menunjukkan dukungan institusional terhadap perayaan ini.
Selain itu, masyarakat umum juga aktif membagikan ucapan dan gambar terkait Galungan di berbagai platform media sosial.
Ucapan seperti "Rahajeng Rahina Galungan, semoga selalu mendapatkan perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa" menjadi tren, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Perayaan Galungan tidak hanya berlangsung hari ini; sepuluh hari kemudian, umat Hindu akan merayakan Hari Kuningan pada 3 Mei 2025, yang menandai kembalinya roh leluhur ke alam mereka.
Kedua perayaan ini merupakan bagian integral dari siklus keagamaan Hindu di Indonesia, yang meskipun minoritas, tetap mempertahankan tradisi dan mendapatkan tempat dalam keragaman budaya nasional.
Dukungan luas terhadap perayaan Galungan tahun ini menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dan keberagaman masih kuat di Indonesia.
Melalui media sosial, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut merayakan dan menghormati tradisi umat Hindu, memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva