Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pria di Surabaya Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Diserang 10 Anjing Peliharaannya

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 15 April 2025 | 17:40 WIB
Ilustrasi anjing kelaparan.
Ilustrasi anjing kelaparan.

RADAR JOGJA - Surabaya digemparkan oleh sebuah kejadian tragis di Jalan Rungkut Harapan.

Yohanes Alexander Stevanus de Fretes (52) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya pada Jumat, 11 April 2025.

Jenazahnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka berat di bagian wajah.

Diduga kuat, luka tersebut disebabkan oleh sepuluh anjing peliharaannya yang berada di sekitar jasad saat ditemukan.


Kronologi Penemuan


Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Henry, kakak korban.

Ia curiga setelah mendengar anjing-anjing milik Yohanes terus menggonggong tanpa henti di dalam kamar.

“Saya sempat belikan makanan buat dia, tapi waktu pulang sore, saya curiga karena anjing-anjingnya terus menggonggong di dalam kamar,” ungkap Henry.


Setelah berusaha mendobrak pintu kamar, Henry menemukan tubuh Yohanes sudah tak bernyawa.

Anjing-anjing peliharaan korban masih berada di sekitar jasad, menambah suasana menjadi semakin mencekam.


Dugaan Penyebab Kejadian


Polisi yang tiba di lokasi kejadian menduga bahwa korban telah diserang oleh anjing-anjing peliharaannya.

Dari hasil penyelidikan awal, Yohanes diketahui memelihara sepuluh anjing jenis campuran di rumahnya.

Beberapa dari anjing tersebut dilaporkan memiliki perilaku agresif.


Kepala Polsek Rungkut Kompol Budi Hartono menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Yohanes.

"Kami masih menyelidiki apakah serangan anjing-anjing ini murni karena agresivitas hewan atau ada faktor lain, seperti korban mengalami pingsan sebelum diserang," ujarnya.


Kondisi Anjing Peliharaan


Sepuluh anjing yang diduga terlibat dalam kejadian ini sementara waktu diamankan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Surabaya.

Anjing-anjing tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan perilaku untuk menentukan tindakan lebih lanjut.

Dr Lina Wati, seorang dokter hewan di Surabaya, menyatakan bahwa anjing dapat menunjukkan perilaku agresif dalam situasi tertentu, terutama jika merasa stres atau terancam.

“Bisa jadi hewan-hewan ini merasa bingung atau ketakutan, yang memicu perilaku menyerang,” kata dr Lina.


Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang kejadian ini.

Sementara itu, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi dan berencana untuk segera memakamkan Yohanes. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#polsek rungkut #Bernyawa #kronologi #Jalan Rungkut Harapan #anjing #surabaya