Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nekat! Bawa Bayi 5 Hari Diajak Mudik 8 Jam di Tengah Kemacetan, Nyawa Hampir Melayang!

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 30 Maret 2025 | 16:15 WIB
Ilustrasi kemacetan jalan.
Ilustrasi kemacetan jalan.

RADAR JOGJA - Di tengah arus mudik yang padat di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sebuah insiden mengharukan terjadi ketika seorang anggota kepolisian membantu menyelamatkan nyawa seorang bayi berusia lima hari yang terjebak dalam kemacetan panjang.

Kronologi Kejadian

Anggun Putri Ramadhani, bayi mungil tersebut, bersama kedua orang tuanya, Adam Rahman dan Luluk Sindiasih, menempuh perjalanan mudik menggunakan mobil travel yang penuh sesak dengan total 20 penumpang, termasuk sopir.

Mereka terjebak dalam antrean panjang selama lebih dari delapan jam di bawah terik matahari.

Peristiwa ini terjadi, Rabu (26/3/2025).

Tangisan keras Anggun yang terus-menerus menarik perhatian seorang polisi yang berjaga di pos pengamanan mudik.


Adam Rahman, ayah Anggun, merasa khawatir dengan kondisi putrinya yang terus menangis tanpa henti.

Ia kemudian memutuskan untuk turun dari kendaraan dan mencari bantuan di pos polisi terdekat.

"Saya antre delapan jam, naik travel berisi 20 orang termasuk sopir. Anak saya menangis terus di tengah jalan, tidak tahu kenapa. Karena takut terjadi apa-apa, saya turun dari travel ke pos polisi untuk meminta bantuan. Anak saya baru lahir lima hari," ungkap Adam.


Respon Cepat Aparat Kepolisian

Menyadari situasi darurat tersebut, anggota kepolisian segera mengambil tindakan.

Mereka memberikan ruang istirahat yang lebih nyaman bagi Anggun dan keluarganya di pos pengamanan, serta menyediakan air minum dan fasilitas pendingin udara untuk membantu menenangkan bayi tersebut.

Tindakan sigap dan empati dari aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari keluarga dan masyarakat sekitar.


Risiko Membawa Bayi Baru Lahir dalam Perjalanan Jauh


Peristiwa ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kondisi bayi baru lahir saat melakukan perjalanan jauh, terutama dalam situasi mudik yang sering kali penuh tantangan.

Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, sehingga rentan terhadap berbagai risiko kesehatan selama perjalanan.


Beberapa risiko yang dapat dihadapi bayi selama perjalanan jauh meliputi:


• Diare: Perubahan pola makan dan paparan terhadap lingkungan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko diare pada bayi.


• Dehidrasi: Perjalanan panjang, terutama dalam kondisi cuaca panas, dapat menyebabkan bayi kehilangan cairan tubuh lebih cepat, yang berisiko menyebabkan dehidrasi.


• Infeksi Saluran Pernapasan: Paparan terhadap udara yang kurang bersih dan kontak dengan banyak orang selama perjalanan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan pada bayi.


• Ruam Popok: Penggunaan popok dalam waktu lama tanpa penggantian yang cukup selama perjalanan dapat menyebabkan iritasi kulit atau ruam popok pada bayi.


Rekomendasi untuk Orang Tua


Untuk mengurangi risiko tersebut, orang tua disarankan untuk:
• Menunda Perjalanan Jauh: Jika memungkinkan, tunda perjalanan hingga bayi berusia beberapa bulan untuk memastikan sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat.


• Konsultasi dengan Dokter: Sebelum melakukan perjalanan, konsultasikan dengan dokter anak mengenai kesiapan bayi untuk bepergian dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil.


• Persiapan Matang: Bawa perlengkapan yang memadai, seperti pakaian bersih, popok, makanan, dan obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan.


• Istirahat Teratur: Lakukan pemberhentian secara berkala untuk memberikan kesempatan bagi bayi untuk beristirahat dan menghirup udara segar.


Kejadian di Pelabuhan Gilimanuk ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kesiapan dan kewaspadaan saat membawa bayi dalam perjalanan jauh, serta apresiasi terhadap dedikasi aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama arus mudik. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pelabuhan gilimanuk #Polisi #risiko #Mudik #kemacetan #Bayi 5 Hari Diajak Mudik kejebak macet di Bali #bayi #nekat #bali #Nyawa Hampir Melayang #Bayi 5 Hari Diajak Mudik #Membawa Bayi Baru Lahir dalam Perjalanan Jauh