RADAR JOGJA - Mudik Lebaran 2025 semakin dekat, dan Jawa Tengah diprediksi menjadi tujuan utama bagi para pemudik.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 36,6 juta orang atau 25% dari total pemudik akan menuju provinsi ini.
Prediksi Arus Mudik dan Balik
• Puncak Arus Mudik: Diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025 (H-3).
• Puncak Arus Balik: Diprediksi pada 6 April 2025 (H+5).
Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengatasi potensi kepadatan, pemerintah akan menerapkan beberapa rekayasa lalu lintas:
• Sistem One Way dan Ganjil-Genap (Gage): Diterapkan di jalan tol Jawa Tengah mulai 27 Maret 2025 pukul 14.00 WIB hingga 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB untuk arus mudik.
Sedangkan untuk arus balik, sistem ini berlaku dari 3 April 2025 pukul 14.00 WIB hingga 7 April 2025 pukul 24.00 WIB.
• One Way Lokal: Jika terjadi kepadatan di jalur tertentu, Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng menyiapkan skema one way lokal untuk mengurai kemacetan.
Larangan Melintas bagi Truk Barang
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, truk barang dilarang melintas di tol dan jalur utama Jawa Tengah selama 16 hari, mulai 24 Maret hingga 8 April 2025.
Fasilitas Mudik Gratis
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan program mudik gratis bagi warga Jateng di Jabodetabek.
Pendaftaran online dibuka melalui link https://pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id/.
Pendaftaran untuk armada bus dibuka sejak 24 Februari 2025 pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi, sedangkan untuk kereta api mulai 3 Maret 2025 pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi.
Persiapan Infrastruktur
Pemprov Jateng telah menganggarkan Rp 76 miliar untuk perbaikan jalan guna mendukung kelancaran arus mudik.
Namun, anggaran tersebut masih dianggap kurang dan memerlukan perhatian lebih lanjut.
Posko Terpadu Lebaran
Posko terpadu akan diselenggarakan mulai 24 Maret hingga 8 April 2025 untuk memantau dan mengoordinasikan arus mudik dan balik.
Strategi Aglomerasi
Polda Jateng akan menerapkan strategi aglomerasi dalam pengamanan arus mudik dan balik, termasuk pengaturan lalu lintas dan penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan.
Dengan informasi dan persiapan di atas, diharapkan para pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan aman. (Adinda Fatimatuzzahra)