RADAR JOGJA - Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau. Seorang siswa SMP bernama Yoga (14) tewas terbakar di dalam rumahnya pada Senin (3/3/2025) dini hari.
Dugaan sementara, insiden nahas itu terjadi akibat percikan api saat korban bermain handphone sambil mengisi daya.
Kapolsek Pinggir Kompol Nursyafniati, mengungkapkan bahwa korban saat kejadian tengah asyik bermain ponsel yang sedang diisi daya.
Sementara itu, saudara kembarnya, Yogi, berada di kamar terpisah.
“Di bawah tempat tidur korban terdapat satu jeriken berisi bensin yang rencananya akan dijual secara eceran. Dugaan sementara, percikan api dari handphone yang sedang dicas memicu kebakaran hebat,” ujar Kompol Nursyafniati saat dikonfirmasi.
Sang ibu, Siti Naisa, yang saat itu tengah berbincang dengan warga di luar rumah, tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan dan jeritan memilukan dari dalam rumah.
Korban sempat berteriak, “Makk…!” sebelum api melalap tubuhnya.
Siti yang panik langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan putranya.
Namun, kobaran api sudah terlalu besar.
Ia berusaha meraih tangan Yoga, tetapi api yang semakin ganas membuat upaya penyelamatan itu gagal.
Bahkan, tangan dan wajah Siti ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Tak tinggal diam, warga sekitar bergegas membantu memadamkan api yang melahap rumah semi permanen itu.
Sayangnya, api terlalu cepat menjalar hingga menghanguskan seluruh bangunan bersama tubuh Yoga yang sudah tak bernyawa.
Menurut keterangan Yogi, saat mendengar jeritan saudaranya, ia langsung keluar kamar dan melihat tubuh Yoga sudah terbakar.
Korban sempat berjalan tanpa arah meminta pertolongan, namun akhirnya ambruk karena luka bakar yang begitu parah.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran ini.
Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya menggunakan ponsel sambil mengisi daya, terutama di lingkungan yang rawan kebakaran.
Jenazah Yoga telah disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Keluarga serta warga sekitar masih berduka atas kejadian tragis yang menimpa remaja malang tersebut. (Adam Jourdi Alfayed)