RADAR JOGJA - Kota Bekasi mengalami banjir parah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (3/3/2025) malam.
Ketinggian air mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah, menyebabkan pemukiman warga dan sejumlah bangunan fasilitas umum terendam, termasuk sekolah.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, sedikitnya 20 titik banjir tersebar di berbagai kecamatan, antara lain Pondok Gede Permai, Villa Jatirasa, dan Villa Nusa Indah 2 di Jatiasih.
Perumahan Pondok Gede Permai bahkan terendam hingga 4 meter, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu karet.
Tanggapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, mengakui bahwa fokus utamanya saat ini adalah pemulihan pasca-banjir.
Ia menanggapi aduan siswa SMAN 21 Bekasi yang tidak memiliki gedung sekolah dengan menyatakan akan lebih fokus pada pemulihan pasca-banjir.
Namun, Tri Adhianto mendapat kritik karena menginap di Hotel Horison Ultima Bekasi bersama keluarganya saat banjir melanda.
Pengamat menilai seharusnya hal tersebut tidak diunggah ke media sosial.
Masyarakat berharap pemerintah kota lebih sigap dalam menangani potensi banjir, terutama mengingat prediksi banjir lima tahunan yang diperkirakan terjadi pada 2025.
Warga khawatir peristiwa banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya akan terulang kembali.
Sebagai informasi tambahan, pada 2020, banjir di Jakarta dan sekitarnya menyebabkan 60 orang meninggal dunia, menjadikannya sebagai banjir terparah sejak 1866.
Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan pemerintah kota dapat meningkatkan infrastruktur drainase dan sistem peringatan dini untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Adinda Fatimatuzzahra)