RADAR JOGJA - Wilayah Bekasi masih menghadapi dampak signifikan dari banjir yang melanda Bogor Sejak Senin (2/3/2025) malam.
Curah hujan tinggi menyebabkan beberapa area terendam, sementara beberapa lokasi lainnya mulai surut.
Mega Mall Bekasi, Tambun Utara, dan sekitarnya mengalami kenaikan air yang menyebabkan lumpuhnya aktivitas di jalan raya dan bahkan air masuk ke dalam bangunan mal tersebut yang membuat banyak pengunjung serta para pekerja berhamburan panik.
Banjir juga mempengaruhi fasilitas kesehatan Rumah Sakit Bekasi, diketahui air memasuki beberapa bangsal yang akhirnya dilakukan evakuasi pada pasien dan menyebabkan pemadaman listrik.
Stasiun Bekasi, Pasar Gabus, Pondok Gede Permai, Sriamur, dan sekitar Villa Nusa Indah mulai Rabu (5/3/2025) sudah bisa beraktivitas kembali walaupun masih perlu waspada dan berhati-hati terhadap kondisi lingkungan yang rusak akibat dari dampak banjir.
Beberapa daerah diketahui masih terendam hingga Rabu pagi di area sekitar Bekasi Barat, Bekasi Utara, dan Medan Satria dengan ketinggian air 20 cm hingga 1 meter.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir yang melanda wilayah Bekasi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir telah mempengaruhi 3.235 unit rumah dan berdampak pada 9.996 jiwa.
Sebanyak 10 orang memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara mayoritas warga lainnya tetap berada di rumah meskipun akses dan aktivitas terganggu.
Selain itu, banjir juga menyebabkan seekor buaya sepanjang 1,5 meter terlihat masuk ke dalam rumah warga di Kampung Kedaung, Kecamatan Babelan.
BPBD Kota Bekasi mencatat 14 titik banjir yang tersebar di tiga kecamatan: Bekasi Barat, Bekasi Utara, dan Medan Satria.
Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 1 meter, namun hingga Rabu pagi, kondisi air sudah mulai berangsur surut.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di 17 wilayah Indonesia, termasuk Bekasi, antara 24 Februari hingga 5 Maret 2025.
Fenomena bulan baru pada 28 Februari dan perigee pada 1 Maret berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Pemerintah dan berbagai instansi terkait terus berupaya memberikan bantuan dan penanganan kepada korban banjir.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turun langsung menyiapkan makan sahur bagi para korban banjir di dapur umum Kantor Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi.
Masyarakat di wilayah Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Disarankan memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPBD dan BMKG, serta menghindari aktivitas di area rawan banjir. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva