Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Bekasi Akibat Banjir Kiriman dari Bogor: Puluhan Mobil hingga Rumah Terendam Banjir

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 4 Maret 2025 | 22:34 WIB
DIKEPUNG AIR: Bekasi alami banjir kiriman dari Bogor pada Senin (4/2/2025).
DIKEPUNG AIR: Bekasi alami banjir kiriman dari Bogor pada Senin (4/2/2025).


RADAR JOGJA - Hujan deras yang melanda wilayah Bogor pada 2 Maret 2025 menyebabkan banjir kiriman yang menggenangi sejumlah daerah di Bekasi, mengakibatkan kerugian material dan gangguan aktivitas masyarakat.

Banjir yang terjadi pada Selasa (4/3/2025) ini menjadi salah satu bencana yang cukup besar, mempengaruhi kehidupan warga di beberapa kecamatan dan kelurahan di Bekasi.


Waktu Kejadian dan Daerah Terdampak

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, setelah hujan deras di wilayah Bogor yang mengalirkan air menuju wilayah hilir Bekasi.

Daerah yang terdampak cukup luas, mulai dari Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Selatan, hingga Bekasi Barat.

Kampung Lebak di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, menjadi daerah yang paling parah terendam banjir.

Kemudian Perumahan Vila Nusa Indah terendam dengan ketinggian air sekitar 40 cm yang berada di Bekasi Barat.

Serta Kecamatan Tambun Selatan di Perumahan Graha Prima dan Desa Mangunjaya terendam hingga 1 meter akibat tanggul air jebol.


Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa akibat banjir tersebut.

Namun, beberapa rumah warga di daerah terparah, seperti Kampung Lebak, mengalami kerusakan berat.

Air menggenangi rumah-rumah dengan kedalaman lebih dari 1 meter, menghancurkan perabotan rumah tangga dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Selain itu, fasilitas umum seperti jalan-jalan, jembatan, dan saluran air juga mengalami kerusakan akibat tergerus banjir.


Kondisi Jalanan dan Aktivitas Masyarakat


Banjir mengganggu jalur transportasi utama di wilayah Bekasi.

Beberapa jalan utama, seperti Jalan Raya Teluk Pucung dan Jalan Raya Narogong, terendam hingga kedalaman 50 cm hingga 1 meter, membuat kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar.

Aktivitas ekonomi dan pendidikan terganggu, dengan banyak sekolah dan toko tutup sementara.

Perjalanan KRL di Stasiun Bekasi juga terhambat akibat banjir luapan Kali Bekasi dan aktivitas sekolah serta perkantoran juga terganggu karena sebagian besar warga tidak bisa keluar rumah atau terjebak dalam banjir.


Tanggapan Pemerintah


Pemerintah setempat, melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bekasi, telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Bantuan sembako, pakaian layak pakai, dan peralatan medis telah disalurkan kepada korban banjir di lokasi-lokasi terdampak.

Selain itu, tim SAR dan relawan juga diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian bagi warga yang masih terjebak.


Pemerintah Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan semaksimal mungkin.

Wali Kota Bekasi juga menekankan pentingnya normalisasi Kali Bekasi untuk mencegah banjir di masa mendatang, mengingat proyek normalisasi baru berjalan setahun dari perencanaan tiga tahun.


Pemerintah mengimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca yang belum stabil.

Selain itu, banjir ini juga menjadi titik kritis bagi sistem drainase di Bekasi yang dinilai belum optimal.

Banyak warga yang menyampaikan keluhan tentang buruknya pengelolaan saluran air yang mengakibatkan banjir cepat melanda kawasan pemukiman.

Pemerintah diminta untuk memperbaiki infrastruktur drainase guna mengurangi potensi banjir di masa depan. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Banjir Kiriman dari Bogor #Puluhan Mobil hingga Rumah Terendam Banji #kondisi #bpbd kota bekasi #bogor #bekasi #kecamatan tambun selatan #kejadian