RADAR JOGJA - Bulan Februari segera berakhir pada tanggal 28.
Seiring berlalunya bulan Februari, disambut dengan datangnya bulan suci Ramadan.
Ramadan segera tiba di awal Maret. Sebagaimana dalam kalender nasional, hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah jatuh pada akhir Maret tanggal 31.
Lalu kapan penentuan awal puasa? yuk simak!
Awal Puasa Ditentukan dalam Sidang Isbat
Dikutip dari laman kemenag.go.id, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025.
Sidang ini akan menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia.
Sidang dijadwalkan akan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, Senin (10/2/25).
Ada tiga rangkaian yang akan dilakukan dalam sidang isbat.
Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi.
Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
“Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik," jelasnya.
Abu Rokhmad mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1446 H.
Ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama," ungkapnya.
Sementara itu Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, membeberkan, berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025.
Yakni, sekitar pukul 07.44 WIB.
Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
Arsad menyebut, melalui kriteria itu secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat.
Data hisab ini akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal.
Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah melakukan pemantauan hilal di berbagai penjuru di seluruh Indonesia.
"Hasil hisab dan rukyat nantinya akan dipaparkan pada sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama," beber dia.