Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

305 Kali Gempa Guncang Kolaka Timur dalam 10 Hari, BMKG Imbau Warga Waspada dan Tetap Tenang

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 4 Februari 2025 | 21:56 WIB
Gambar Frekuensi Harian Gempabumi Kolaka Timur Sulawesi Tenggara.
Gambar Frekuensi Harian Gempabumi Kolaka Timur Sulawesi Tenggara.


RADAR JOGJA - Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang serangkaian gempa bumi yang terjadi secara beruntun dalam 10 hari terakhir. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejak Jumat (24/1/2025) hingga Senin (3/2/2025), telah terjadi 305 kali gempa dengan magnitudo bervariasi, mulai dari 2,1 hingga 5,1.

Meski frekuensi gempa harian berangsur menurun, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memastikan keamanan bangunan tempat tinggal.


Puncak Aktivitas Gempa pada 29 Januari


Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, puncak aktivitas gempa terjadi pada Rabu, 29 Januari 2025, dengan total 98 kali gempa dalam satu hari.

Gempa terbesar pada hari itu berkekuatan magnitudo 5,1 dan terjadi pada pukul 07.50 WITA.

Gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga sekitar dan sempat menimbulkan kepanikan.


“Gempa magnitudo 5,1 ini merupakan yang terbesar dalam rangkaian gempa beruntun yang terjadi sejak 24 Januari 2025,” jelas Rudin melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/2/2025).


Rangkaian Gempa Beruntun Akibat Aktivitas Sesar Kolaka


Rudin menjelaskan bahwa serangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kolaka, yang pertama kali memicu gempa berkekuatan magnitudo 4,9 pada Jumat (24/1/2025).

Sejak saat itu, gempa-gempa susulan terus terjadi dengan frekuensi yang fluktuatif.

Gempa terakhir dalam rangkaian ini terjadi pada Senin (3/2) pukul 08.28 WITA dengan magnitudo 2,3.


“Gempa magnitudo 2,3 yang terjadi hari ini merupakan gempa ke-305 dalam rangkaian aktivitas ini,” tambah Rudin.


Data Frekuensi Gempa Harian


BMKG mencatat frekuensi gempa harian selama 10 hari terakhir sebagai berikut:


24 Januari 2025: 3 kali
25 Januari 2025: 29 kali
26 Januari 2025: 15 kali
27 Januari 2025: 2 kali (frekuensi terendah)
28 Januari 2025: 53 kali
29 Januari 2025: 98 kali (frekuensi tertinggi)
30 Januari 2025: 37 kali
31 Januari 2025: 32 kali
1 Februari 2025: 16 kali
2 Februari 2025: 16 kali
3 Februari 2025: 4 kali


Dari total 305 gempa, 40 kali di antaranya dirasakan oleh warga.

Magnitudo gempa berkisar antara 2,1 hingga 5,1.


Imbauan BMKG untuk Masyarakat


Meski frekuensi gempa harian menunjukkan tren penurunan, BMKG mengimbau masyarakat Kolaka Timur untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rudin menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama dalam memastikan keamanan bangunan tempat tinggal.


“Periksa bangunan tempat tinggal Anda. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” pesan Rudin.


BMKG juga meminta warga untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Jika bangunan terlihat tidak stabil, sebaiknya cari tempat aman sementara sampai bangunan tersebut diperbaiki atau dinilai aman oleh ahli,” tambahnya.


Masyarakat Diminta Tetap Siaga


Masyarakat Kolaka Timur diharapkan tetap siaga dan memantau informasi resmi dari BMKG atau instansi terkait.

Rudin menegaskan bahwa BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan akan memberikan peringatan dini jika diperlukan.


“Kami berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Gempa susulan masih mungkin terjadi, meski frekuensinya semakin menurun,” ujarnya. (Adam Jourdi Alfayed)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#305 Kali Gempa Guncang Kolaka Timur dalam 10 Hari #gempa #sulawesi tenggara #magnitudo #BMKG #kolaka timur