Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Irianto Gunawan Kembali Jadi Ketua PGRI Purworejo, Akan Perjuangkan Guru Honorer yang Belum Diangkat ASN

Jihan Aron Vahera • Senin, 27 Januari 2025 | 00:57 WIB

 

 

Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Purworejo Masa Bakti XXIII dengan tema Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas yang digelar  di Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, pada Minggu (26/1)   
Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Purworejo Masa Bakti XXIII dengan tema Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas yang digelar  di Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, pada Minggu (26/1)  

PURWOREJO - Irianto Gunawan kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purworejo periode 2025-2030. Gunawan kembali terpilih pada Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Purworejo Masa Bakti XXIII yang digelar pada Minggu (26/1).

 

Dalam konferkab PGRI itu, ada dua nama yang dijadikan kandidat untuk dijadikan sebagai Ketua PGRI Purworejo. Selain Irianto Gunawan, ada nama Samsu Nurzaman yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) PGRI Kecamatan Pituruh.

 Baca Juga: Patroli KRYD, Polresta Magelang Sita Ratusan Botol Minuman Keras

Dikatakan, konferensi merupakan agenda setiap lima tahun sekali dan menjadi forum tertinggi untuk PGRI tingkat kabupaten. Selain untuk memilih ketua dan pengurus baru, juga menjadi agenda untuk juga menyusun program kerja dan juga merumuskan rekomendasi-rekomendasi baik untuk internal maupun rekomendasi eksternal."Forum ini juga sebagai evaluasi program kerja selama lima tahun kebelakang," kata Ketua PGRI terpilih Irianto Gunawan pada Minggu (26/1).

 Baca Juga: Total Kerugian Puluhan Korban DR Capai Rp 21 Miliar, Proses Hukum DR Dilakukan Dengan Mekanisme Splitsing Agar Jera

Gunawan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus berjuang dan menyiapkan tenaga yang menjadi pemerintah daerah dan Indonesia pada umumnya. "Kami juga akan selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan PGRI Provinsi Jateng sebab ketika ada permasalahan baik guru atau PGRI pasti berkonsultasi dengan PGRI Jateng," ungkapnya.

 

Salah satu contohnya yaitu permasalahan terkait tunjangan profesi guru (TPG) khususnya TPG SMA dan SMK yang selalu terlambat. Setelah PGRI Purworejo berkomunikasi dengan PGRI Jateng akhirnya harus selama tiga tahun terakhir TPG tidak cair terlambat. "Ini bukti bahwa kami selain berkiprah di kabupaten, jika ada permasalahan guru yang kewenangannya ada di provinsi kami juga komunikasi dengan provinsi," sebut dia.

 

Selain itu, ada juga prestasi dari PGRI Purworejo yaitu menjadi salah satu dari sepuluh kabupaten di Indonesia yang berprestasi dalam hal IT. "Kami mendapatkan applaus dari Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI saat di Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) IV Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2023 di Samarinda, Kalimantan Timur," bebernya.

 

Setelah terpilih kembali sebagai Ketua PGRI Purworejo dia berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan baik. Harapannya, para kader dapat mengimbanginya. "Untuk program kerja yang akan diusung masih sama yaitu akan memperjuangkan para guru yang belum diangkat menjadi ASN," terang dia.

 

Diketahui, selama menjabat sebagai ketua masa bakti ke-22, ada dua kasus terberat anggota PGRI Purworejo. Yaitu, masalah korupsi dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang menjadikan Direktur PDAU Purworejo sebagai terpidana.

 

Dalam agenda konferensi tersebut juga dihadir oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah yang juga menjadi Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Muhdi. Dia berpesan kepada anggota PGRI Purworejo untuk menjadi guru yang bisa memberikan motivasi dan inspirasi."Harapan saya, P5 (projek penguatan profil pelajar pancasila) itu dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari siswa berkaitan dengan religius, moral, sehat, cerdas," tuturnya. Tujuannya agar anak memiliki modal untuk menjadi pekerja keras, mandiri, dan bermanfaat.

 Baca Juga: Menilik Brongkos Handayani di Alun-Alun Kidul, Setengah Abad Jadi Jujukan Kuliner Njeron Beteng

Selain itu, Muhdi juga berharap agar sesama guru saling mendukung baik guru sekolah negeri maupun madrasah. Pun, mendorong agar program prioritas agar semua guru bisa jadi BK dan konselor. “Semoga anggota PGRI dapat lebih sejahtera dapat membawa dunia pendidikan menjadi bermutu," harap dia. (han)

Editor : Din Miftahudin
#Guru #Persatuan Guru Republik Indonesia #pgri #Purworejo