Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral Video Mayor Teddy Hormat Diduga Kepada Aguan, Istana Beri Komentar Begini

Bahana. • Sabtu, 25 Januari 2025 | 02:30 WIB

tangkapan layar
tangkapan layar
RADAR JOGJA - Sebuah video yang memperlihatkan Mayor Teddy Indra Wijaya, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, tengah memberi hormat kepada seorang pria, mendadak viral di media sosial.

Banyak yang menyebut pria tersebut adalah Aguan, pemilik Agung Sedayu Group (ASG), yang belakangan menjadi perbincangan publik terkait proyek kontroversial pagar laut di Perairan Tangerang.

Teddy terlihat mengenakan jas berwarna hitam pada sebuah acara, dilengkapi dengan peci hitam. Ia lalu berjalan ke sosok di depannya sembari memberikan hormat. Sosok itu kemudian menyalami Teddy dengan memberi senyuman.

Unggahan yang diunggah di platform X melalui akun @Boediantar4 ini kemudian viral. Sontak banyak warganet yang muncul untuk memberikan beragam komentar.

“Bos tertinggi di Republik,” tulis seorang netizen.

“Lumayan kalau deket, sapa tau dapat recehannya,” tulis akun lain.

Istana Beri Klarifikasi

Video viral itu lantas dibantah oleh istana pada Kamis, (23/1). Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menuturkan, sosok yang diberikan hormat oleh Mayor Teddy bukanlah Aguan.

“Itu sama sekali tidak benar, Bukan (Aguan),” kata Yusuf, dalam konformasinya.

Yusuf menambahkan, sosok yang diberi hormat oleh Mayor Teddy adalah Mayjen TNI Purnawirawan (Purn) Asro Budi. Asro Budi dulunya merupakan Komandan Teddy ketika berada di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif).

“Beliau adalah Mayjen TNI Purn Asro Budi. beliau dulunya adalah komandannya Pak Seskab saat masih bertugas di Pussenif,” ujar Yusuf.

Siapa Aguan?

Di tengah perbincangan viral ini, nama Aguan atau Sugianto Kusumo kembali menjadi sorotan publik, khususnya terkait dengan isu pagar laut yang kini sedang diselidiki oleh pemerintah.

Aguan disebut-sebut sebagai sosok di balik pagar laut, mengingat proyek Aguan di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, karena memperoleh status Proyek Strategis Nasional (PSN) pada era periode kedua Presiden Joko Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, PIK 2 bukan sepenuhnya berstatus PSN.

Proyek yang dimaksudkan sebagai PSN di PIK 2 hanya terkait kawasan ecotourism Tropical Coastland

"Seluruh PSN akan dievaluasi, dan PIK 2 bukan PSN. PIK 2 tidak pernah jadi PSN, yang menjadi PSN adalah ecotourism Tropical Coastland," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sementara itu, pemerintah juga tengah melakukan penyelidikan terkait pemilik pagar laut yang baru-baru ini mencuri perhatian.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan denda administratif kepada pemilik pagar laut, yang besarnya diperkirakan mencapai Rp18 juta per kilometer, tergantung pada luas area yang terdampak.

“Belum tahu persis (dendanya bisa sampai berapa. Itu bergantung pada luasan. Kalau itu kan 30 kilometer ya, per kilometer Rp. 18 juta,” ungkap Trenggono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#aguan #mayor teddy