KEBUMEN - Keterlibatan para pelaku UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ibarat mimpi di siang bolong. Para pelaku UMKM mengaku pesimis bisa menjadi bagian dari pelaksana MBG. Mereka tak kuasa melangkah karena ketatnya persyaratan adminsitratif serta kendala teknis.
Belum lagi mereka juga harus berhadapan dengan para pemodal besar yang terafiliasi dengan perusahaan raksasa. Kondisi ini yang membuat pelaku UMKM enggan dalam program MBG. "Teman-teman tetap pesimis di MBG. Aluk ora melu (mending tidak ikut)," beber Ketua Asosiasi UKM Kebumen Setyo Widodo, Kamis (23/1).
Setyo menyatakan, pelaku usaha kecil di bidang kuliner memiliki peluang sangat tipis untuk ikut andil dalam MBG. Bahkan dia beranggapan cukup mustahil, jika rekanan yang ditunjuk nantinya hanya bermodalkan punya kedekatan dengan penguasa atau justru ada muatam politis. "Tidak mungkin sanggup lah. Kalau itu jalur politik ya susah," katanya.
Baca Juga: Bersiap untuk Program MBG: 30 Dapur Umum Segera Berdiri di Purworejo, Akan Layani 15 Ribu Penerima
Dia mengatakan, anggota paguyuban sempat mendapat tawaran sebagai pemasok MBG. Hanya saja harga yang dibanderol tidak sesuai ongkos produksi serta kebutuhan lain. "Harga tidak masuk. Ada yang nawar Rp 9 ribu. Saya sampaikan, sekiranya tidak laba mending tidak usah. Ngapain juga," tandasnya.
Dia berharap, implementasi MBG ramah bagi kalangan UMKM. Keikutsertaan pelaku usaha kecil ini juga diharapkan dapat menjadi modal penggerak roda perekonomian. Dengan begitu mimpi pelaku UMKM untuk naik kelas dapat segera terwujud. "Kalau harga wajar dan masuk akal sih oke. Ini kan proyek nasional," ujarnya.
Salah satu pengusaha katering Dian Permadani turut berharap pelaksanaan MBG pro terhadap pelaku usaha lokal. Ia meminta agar program tersebut tidak hanya dirasakan oleh segelintir kelompok atau organisasi tertentu. Di sinilah menurutnya pemerintah perlu hadir untuk memastikan keterlibatan pelaku usaha kecil. "Gimana mau sejahtera, misal yang kerja sudah ketahuan orangnya. Harus adil lah," tandasnya.
Sebelumnua, Wakil Ketua DPRD Kebumen Solatun meyakini program MBG akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Tak hanya itu program tersebut juga dapat menjadi solusi dalam upaya menekan angka kemiskinan. Menurut Solatun, program MBG yang sedang bergulir di era pemerintahan Prabowo-Gibran selaras dengan semangat pengentasan kemiskinan. Dia pun optimis program tersebut dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan banyak pengaruh bagi masyarakat luas. "Persoalan di Kebumen itu kemiskinan. Saya percaya progam makan gratis bisa menyumbang pengentasan kemiskinan," ujarnya. (fid)
Editor : Din Miftahudin