PURWOREJO - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono berkunjung ke Purworejo, Selasa (21/1). Purworejo merupakan kabupaten pertama yang dikunjungi dan akan menjadi pilot project pertama di Indonesia, untuk program ketahanan pangan. "Kunjungan kerja ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung program kerjanya dalam jangka 100 hari kerja," katanya.
Baca Juga: PKL Ngeyel Diancam Kurungan Tiga Bulan, Jika Tetap Berjualan di Area Alun-Alun Pancasila
Dia menyampaikan, masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah keberadaan 17 juta petani gurem (petani dengan keterbatasan lahan). Untuk itu, pemerintah ingin mencari solusi bagi 17 juta petani dengan keterbatasan lahan itu agar tetap produktif.
Nantinya, para petani akan dibentuk kelompok tani, kemudian akan terintegrasi dengan ternak sapi. Purworejo akan diberi bantuan ternak sapi 30 ekor seberat 200 kilogram (kg) per ekor. Setelah sapi memiliki berat 400 kg akan diambil dan diganti, begitu seterusnya. "Kami menunggu kesiapan pemerintah daerah untuk memulai program tersebut," kata dia.
Baca Juga: Objek Wisata Air Terjun Setinggi 75 meter Curug Sidoharjo Butuh Sentuhan Pemerintah
Dikatakan, program tersebut harus dilaksanakan dan program akan dilakukan pertama kali di Kabupaten Purworejo. "Karena Purworejo merupakan lumbung pangan Jawa Tengah dan nasional," sebutnya.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti sangat mendukung program yang diberikan. Dia menyampaikan, akan terus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo khususnya terkait ketahanan pangan. Menurutnya, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah bagian selatan. "Kami akan selalu berupaya mempertahankan dan meningkatkan produksi dan produktivitas pangan," ujarnya.
Baca Juga: Bersiap untuk Program MBG: 30 Dapur Umum Segera Berdiri di Purworejo, Akan Layani 15 Ribu Penerima
Yuli mengatakan, untuk memperkuat ketahanan pangan telah dilaksanakan berbagai program. Yaitu, pembangunan lumbung pangan masyarakat beserta sarana pendukungnya, gerakan pangan murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyediaan dan pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah, pemanfaatan lahan pekarangan di desa rentan rawan pangan, dan sebagainya.
Baca Juga: Polres Purworejo Tanam Lima Kg Benih Jagung di Desa Patutrejo, Dukung Program Asta Cita
Yuli meminta kepada utusan presiden untuk memberikan bantuan yang lebih banyak lagi untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo. Karena angka kemiskinan di Purworejo masih cukup tinggi meski ada penurunan. “Yaitu mencapai 11,3 persen di 2023 dan di 2024 menurun menjadi 10,87 persen," ungkap dia. (han/din)
Editor : Din Miftahudin