Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Kebumen Siaga Dua Bulan untuk Bencana Hidrometeorologi, Ini Pertimbangannya

Muhammad Hafied • Senin, 13 Januari 2025 | 16:10 WIB

 

 

Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono
Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono

 

 

 

KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mulai ancang-ancang menghadapi ancaman bencana hidrometerologi. Terkait hal tersebut BPBD telah mendirikan posko darurat bencana yang akan beroperasi selama dua bulan.

 Baca Juga: Belum Temukan Kasus HMPV di Kebumen, Pemkab Diminta Tetap Waspada dab Tak Anggap Enteng

Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, aktivasi posko darurat sebagai bagian mitigasi bencana hidrometeorologi basah tahun 2025. Posko tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana akibat cuaca ekstrem. "Dua bulan kami siaga total. Selain fokus di lapangan, kami stand by 24 jam di kantor," ucapnya, Jumat (10/1).

 

Udy menjelaskan, posko yang berada di lingkungan kantor BPBD Kebumen tersebut akan diisi para personel SAR serta relawan atau pegiat kebencanaan. Hal ini dimaksud agar tanggap darurat serta penanganan bencana dilakukan secara optimal. "Jangan panik, tetap pantau informasi resmi dari pemerintah. Kami juga kolaborasi dengan BMKG untuk pantauan cuaca," ungkapnya.

 Baca Juga: Petani di Kebumen Tak Nikmati di Saat Harga Cabai Tinggi, Gagal Panen karena Tanaman Diserang Hama Patek

Dia menegaskan, BPBD bakal siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana. Seperti bencana banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Berbagai persiapan juga telah dilakukan dengan memastikan kalaikan peralatan, kendaraan operasional hingga ketersedian logistik. "Kami sudah minta Destana pro aktif. Harapannya personel tercatat mampu secara manidir terkait pengurangan risiko bencana," kata Udy.

 

Kasatlantas Polres Kebumen AKP Koyim Maturrohman mengatakan, kondisi cuaca yang tak menentu juga dapat menimbulkan risiko kecelakaan di jalan raya. Menurutnya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keselamatan pengendara ketika cuaca ekstrem. Seperti kondisi jalan, genangan air, jalan licin dan visibilitas atau jarak pandang menurun.

 Baca Juga: Kiriman Sampah dari Mal di Sleman, Warga Geparang Purwodadi Resah, DLH Purworejo Segera Panggil Pemilik Lahan

Oleh karena itu, dia mengimbau agar pengguna jalan tetap meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara. Koyim juga mengingatkan para pengguna jalan lebih memperhatikan rambu lalu lintas dan menghindari area yang rawan bencana ketika hujan deras. "Selalu periksa kondisi kendaraan, terutama rem, ban, lampu dan wiper. Kurangi kecepatan kalau berkendara ketika hujan," beber Koyim. (fid/din)

Editor : Din Miftahudin
#Bencana Alam #hidro meteorologi #bpbd kebumen #bahaya