Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Temukan Kasus HMPV di Kebumen, Pemkab Diminta Tetap Waspada dab Tak Anggap Enteng

Muhammad Hafied • Senin, 13 Januari 2025 | 02:11 WIB

 

 

 

Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono
Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono

 

 

 

 

KEBUMEN - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen memastikan belum ada kasus penyakit human metapneumovirus (HMPV). Kendati begitu, masyarakat tetap diminta waspada terkait penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono mengatakan, persebaran virus hMPV sekarang sedang menjadi sorotan dunia, termasuk di Indonesia. Namun, di Kebumen sendiri sejauh ini tidak ada temuan kasus akibat virus HMPV. "Belum, di Kebumen belum ada kasus HMPV," katanya, Jumat (10/1).

 

Kendati nihil kasus Pemkab Kebumen melalui Dinkes PPKB kini telah melakukan upaya preventif. Upaya tersebut berupa imbauan agar memperhatikan pola hidup sehat. Dikes juga akan memberlakukan pemantauan atau surveilans di fasilitas kesehatan. Dari Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan surat edaran. “Kami teruskan ke puskesmas dan rumah sakit terkait persebaran virus itu (HMPV)," ucapnya.

Iwan menjelaskan, virus HMPV sebenarnya bukan barang baru di dunia medis. Varian penularannya hampir sama seperti Covid-19. Namun dampak yang ditumbulkan tergolong tidak separah Covid-19. "Itu seperti virus biasa kok. Masyarakat tidak usah resah dan takut. Tidak fatal seperti Covid-19," bebernya.

Baca Juga: Patrick Kluivert: Mau Bermain dengan Tiga, Empat, Lima Pemain Bertahan, Yang Penting Adalah Percaya Diri Membawa Bola

Iwan mengungkapkan, penyakit dengan istilah medis HMPV tersebut dapat menyerang sistem pernapasan. Adapun gejala atau keluhan yang dialami mirip layaknya flu biasa. Selain mengganggu saluran pernapasan, virus ini juga dapat memperburuk penyakit pnemumonia, bronkitis serta paru obstruktif.

Pada sebagian orang virus HMPV menimbulkan beberapa gejala, antara lain sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare. Meski begitu, masyarakat tidak boleh acuh terhadap gejala yang diderita sebagai bentuk antisipasi. "Yang penting kalau ada gejala panas, batuk dan pilek silahkan datang ke faskes terdekat," ucapnya.

Anggota DPRD Kebumen Maksum Sodiq meminta pemerintah daerah tidak menganggap enteng gejolak penyebaran virus HMPV. Dia menegaskan, pemerintah perlu hadir untuk memastikan pencegahan penyakit yang sedang menjadi perhatian global tertangani dengan baik. Dia pun tak ingin temuan HMPV nantinya dapat berujung status pandemi. Antisipasi dini mutlak dilakukan. Pandemi Covid-19 kemarin bisa menjadi pelajaran bersama. “Jangan abai dan anggap enteng," tegasnya. (fid/din)

Editor : Din Miftahudin
#kebumen #dinkes #HMPV #Nihil