MAGELANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Magelang menerima laporan terkait dugaan penipuan berkedok program makan bergizi gratis (MBG). Modusnya, mereka mengaku sebagai perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan meminta data dari masyarakat demi keuntungan pribadi.
Kepala SPPG Kota Magelang M Rauuf Oktavian Nur menyebut, ada sekitar lima laporan terkait dugaan penipuan tersebut. Rentang waktunya mulai Oktober hingga Desember. "Setiap hari, kami menerima 5-10 tamu yang rata-rata mau konfirmasi kalau orang yang mendatangi mereka, beneran apa nggak," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/12).
Tidak hanya datang ke kantornya secara langsung, dia juga menerima laporan melalui direct message di Instagram maupun WhatsApp. Masyarakat didatangi oleh orang yang mengaku sebagai perwakilan atau kenalan dari BGN dan meminta data maupun identitas diri.
Sasarannya pun bermacam-macam. Mulai dari individu, pengusaha katering, pemilik tanah, pemilik bangunan, maupun pemodal. Kepada pemilik katering, penipu itu menawarkan, apabila ingin menjadi mitra dengan BGN, syaratnya harus memberikan uang puluhan juta rupiah sebagai biaya kerja sama.
Selain itu, penipu juga menawarkan kepada masyarakat yang memiliki tanah atau bangunan untuk menyewakannya sebagai dapur produksi. Modus lainnya, ada pula yang mengaku telah memiliki surat keputusan (SK) resmi dari BGN sebagai perwakilan tim rekrutmen pegawai. “Tapi, salah satu syarat pendaftarannya masyarakat harus membayar ratusan ribu rupiah,” tambahnya.
Rauuf menegaskan, BGN melalui SPPG Kota Magelang tidak pernah memungut biaya apapun dalam program MBG kepada masyarakat. Selain itu, BGN juga tidak pernah bekerja sama dengan individu atau kelompok manapun untuk program MBG di Kota Magelang. Baik rekrutmen, produksi MBG, maupun distribusinya.
Baca Juga: Sempat Dikira Petugas PLN, Ternyata Pria Mau Bunuh Diri di Tower Sutet, Begini Nasibnya
Sebab, BGN melalui SPPG Kota Magelang hanya bekerja sama dengan dinas maupun instansi resmi serta UMKM binaan dinas. Contohnya dinas kesehatan, dinas pendidikan dan kebudayaan, Kodim 0705/Magelang, Polres Magelang Kota, Akmil, Puskopad Akmil. “Maupun UMKM binaan dinas lingkungan hidup," sebutnya.
Ditambahkannya, ketika ada individu atau kelompok yang ingin bekerja sama dengan BGN, seperti menjadi supplier, dapat mendaftar melalui laman mitra.bgn.go.id. Hanya lewat (laman) itu. Jadi, harus diajukan sendiri dan nantinya akan ada proses validasi serta verifikasi resmi langsung dari BGN.
Untuk itu, Rauuf mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Utamanya terhadap individu atau kelompok yang meminta uang untuk menjadi mitra BGN. (aya/din)
Editor : Din Miftahudin