Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa Aceh di Jogja Doa Bersama Peringati 20 Tahun Tsunami Dahsyat, Tak Ingin Terus Terpuruk, Tunjukkan Telah Bangkit

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 27 Desember 2024 | 04:55 WIB

 

DUA DASAWARSA: Malam renungan peringatan 20 tahun tsunami Aceh yang digelar Taman Pelajar Aceh Jogjakarta di Bale Gadeng, Gondokusuman, Jogja, tadi malam (26/12).
DUA DASAWARSA: Malam renungan peringatan 20 tahun tsunami Aceh yang digelar Taman Pelajar Aceh Jogjakarta di Bale Gadeng, Gondokusuman, Jogja, tadi malam (26/12).

 

JOGJA - Pada 26 Desember 2024 ini tepat 20 tahun bencana tsunami menghantam Aceh. Mahasiswa Aceh yang menimba ilmu di Jogja pun ikut memperingati bencana yang menewaskan ratusan ribu orang itu. Salah satunya dilakukan oleh Taman Pelajar Aceh Jogjakarta. 

Organisasi mahasiswa Aceh yang berdomisili di Jogja menggelar Malam Renungan Peringatan Tsunami Aceh dengan tajuk 20 Tahun Tsunami Aceh: Solidaritas dan Kebangkitan Aceh melalui Generasi Muda. Kegiatan ini dipusatkan di Bale Gadeng, Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis malam (26/12).

Ketua Panitia Malam Renungan Peringatan Tsunami Aceh Muhammad Fahri Al Farizi mengatakan, kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa Aceh yang saat ini berdomisili di Jogjakarta untuk kuliah. Dalam kegiatan ini para mahasiswa mengirimkan doa kepada korban meninggal dunia tsunami Aceh.

Selain doa bersama dalam malam renungan peringatan 20 tahun tsunami itu, juga diisi penampilan tari-tarian tradisional Aceh. Seperti tari Rapa’i Geleng serta tari Ratoh Jaroe. Serta disajikan kuah beulangong yang merupakan makanan khas Aceh Besar.

Fahri menyampaikan, melalui pementasan tari itu pihaknya ingin menegaskan Provinsi Aceh kini sudah bangkit. Sekaligus memberikan semangat kepada para korban bencana tsunami agar tidak terus berlarut-larut dalam kesedihan.

"Melalui malam renungan ini kami ingin menunjukkan bahwa Aceh sudah bangkit, sudah memulai kehidupan baru,” ujar mahasiswa salah satu kampus swasta di Jogjakarta ini kepada Radar Jogja.

Fahri menyampaikan, tsunami yang menghantam Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2024 lalu memang cukup membekas bagi masyarakat Aceh. Tidak terkecuali mahasiswa yang orang tuanya menjadi korban bencana dahsyat itu.

Dia berharap, adanya doa bersama dan pertunjukan tari tradisional dalam malam renungan yang digelar Taman Pelajar Aceh Jogjakarta dapat membangkitkan semangat para korban. Sekaligus mendoakan yang sudah meninggal dunia, agar selalu mendapatkan tempat terbaik di surga.

"Harapan kami melalui kegiatan ini, semoga lebih baik ke depannya dan tidak terus terpuruk," tegas Fahri. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#aceh #Mahasiswa #20 tahun #tsunami #pelajar #Bencana #taman #Dua dasa warsa #tragedi #bale #Jogja