RADAR JOGJA - Kabar duka datang dari Kalimantan Timur. Mantan Gubernur Kaltim dua periode, Awang Faroek Ishak, meninggal dunia pada Minggu malam (22/12/2024) pukul 21.00 WITA di usia 76 tahun.
Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, setelah menjalani perawatan selama beberapa jam akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Awang Faroek yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024, dikenal sebagai tokoh pembangunan yang visioner.
Semasa hidupnya, ia memberikan dedikasi besar untuk kemajuan Kalimantan Timur.
Meninggalnya Awang Faroek Ishak meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga masyarakat Kalimantan Timur.
Sosok yang pernah memimpin provinsi kaya sumber daya alam ini selama dua periode, dari 2008 hingga 2018 dikenang sebagai pemimpin yang gigih membawa perubahan dan kemajuan.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi Kaltim pada Senin (23/12/2024), mereka menyampaikan penghormatan terakhir untuk Awang Faroek.
"Kami kehilangan seorang pemimpin visioner, tokoh pembangunan, dan panutan yang telah memberikan dedikasi luar biasa bagi kemajuan Kalimantan Timur. Semangat, pemikiran, dan jasa beliau akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus," tulis Pemprov Kaltim.
Awang Faroek diketahui telah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan sejak 2014, ketika ia didiagnosis menderita Bell's Palsy, sebuah gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan sebagian otot wajah.
Meski begitu, ia tetap aktif menjalankan perannya sebagai pemimpin hingga masa jabatannya berakhir.
Awang wafat akibat komplikasi kondisi kesehatannya, yang diperparah oleh diare akut sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.
Jenazah Awang Faroek Ishak rencananya akan disalatkan di Masjid Nurul Mukminin, kawasan Pemprov Kaltim, pada Senin (23/12/2024).
Setelah itu, almarhum akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Kota Tenggarong, sebuah tempat yang memiliki makna istimewa bagi keluarga besar beliau.
Kepergian Awang Faroek Ishak merupakan kehilangan besar bagi Kalimantan Timur.
Sosoknya yang dikenal visioner, berdedikasi, dan penuh semangat akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi muda di Bumi Etam.
Editor : Winda Atika Ira Puspita